Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
24 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
18 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
23 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
4
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
19 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
23 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
18 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Home  /  Berita  /  Ekonomi

Jadi Penyangga Ekonomi Nasional, UMKM Diharapkan Segera Bangkit

Jadi Penyangga Ekonomi Nasional, UMKM Diharapkan Segera Bangkit
Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo saat menerima bos UMKM Sop Kambing Dudung. (Foto: Humas MPR)
Senin, 15 Februari 2021 13:04 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menerima H. Achmad Hadi, pemilik warung makan Sop Kambing Dudung. Menggeluti usaha kuliner sejak tahun 1975, H. Achmad Hadi kini sudah memiliki 34 cabang warung makan Sop Kambing Dudung, salah satunya yang terkenal terletak di kawasan Roxi, Jakarta.

"Dalam sehari, menurut Achmad, warung makan Sop Kambing Dudung di Roxi bisa menghabiskan 50 ekor kambing. Menunjukan betapa hebatnya sop kambing racikan Pak Achmad. Sekaligus betapa besarnya perputaran uang di UMKM sektor kuliner," ujar Bamsoet Saat menerima pemilik ‘Dudung Roxy’ di Kantor Studio Digital Black Stone Bamsoet Channel, Jakarta, Minggu (14/2/21).

Ketua DPR RI ke-20 ini menceritakan, kondisi tersebut berbalik akibat pandemi Covid-19. Menurut Achmad, omsetnya turun drastis hingga 70 persen. Kejadian yang menimpa Achmad, bisa jadi dirasakan berbagai pengusaha UMKM lainnya yang sejak pandemi Covid-19 mengalami penurunan omset penjualan.

"Padahal sektor UMKM merupakan penyangga perekonomian nasional. Sebanyak 57,8 persen PDB nasional disumbangkan dari sektor UMKM yang jumlahnya mencapai 64 juta unit, serta mampu mempekerjakan 116 juta jiwa. Tak heran jika Presiden Joko Widodo banyak memberikan bantuan, salah satunya melalui Program Bantuan Presiden Produktif Usaha Mikro (BPUM), untuk menyelamatkan UMKM ditengah suasana pandemi Covid-19," jelas Bamsoet.

Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini mencatat, pada tahun 2020 lalu bantuan hibah BPUM sudah menyasar 12 juta pelaku usaha mikro dengan nilai total bantuan mencapai Rp 28,8 triliun. Setiap pelaku usaha mikro mendapatkan bantuan sekitar Rp 2,4 juta jiwa.

"Untuk tahun 2021, BPUM untuk 12 juta pelaku usaha mikro tetap digulirkan. Namun angkanya sedikit menurun menjadi Rp 14,4 triliun, sehingga per unit usaha mikro mendapatkan bantuan sebesar Rp 1,2 juta. Penurunan disebabkan karena gelit ekonomi masyarakat di tahun 2021 ini sudah mulai meningkat. Kita berharap seiring dengan gencarnya vaksinasi Covid-19 yang dilakukan pemerintah, yang pada April 2021 ini ditargetkan bisa menyasar seluruh lapisan masyarakat, bisa membuat kehidupan ekonomi rakyat semakin menggeliat pula," pungkas Bamsoet.***

wwwwww