Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
11 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
2
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
13 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
3
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
8 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
4
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
19 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
5
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
9 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
6
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
7 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Home  /  Berita  /  Nasional

PDIP Tanggapi soal 'Mega Kecolongan Dua Kali'

PDIP Tanggapi soal Mega Kecolongan Dua Kali
Mantan Sekjen Partai Demokrat, Marzuki Alie dalam suatu dialog bersama Akbar Faisal. (gambar: tangkapan layar video YouTube Akbar Faizal Uncensored)
Kamis, 18 Februari 2021 10:55 WIB
JAKARTA - Sekjen (Sekretaris Jenderal) PDIP (Partai Demokrasi Indonesia-Perjuangan), Hasto Kristiyanto, merespon mantan Sekjen Partai Demokrat, Marzuki Alie yang menyebut Megawati Soekarnoputri kecolongan dua kali terkait pencalonan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam pilpres (pemilhan presiden dan wakil presiden) 2004.

"Apa yang disampaikan oleh Marzuki Alie tersebut menjadi bukti bagaimana hukum moralitas sederhana dalam politik, itu tidak terpenuhi dalam sosok Pak SBY," kata Hasto dalam keterangan tertulis yang dikutip, Kamis (18/2/2021).

Kata Hasto, rakyat bisa memberikan penilaian tentang tuduhan SBY telah dizalimi oleh Mega di masa silam. Menurutnya, SBY justru menzalimi diri sendiri demi politik pencitraan.

"Ternyata kebenaran sejarah membuktikan bahwa Pak SBY menzalimi dirinya sendiri demi politik pencitraan," kata Hasto.

Sebelumnya, dalam sebuah dialog sebagaimana dikutip GoNews.co dari akun YouTube Akbar Faizal Uncensored, Marzuki mengungkap pernyataan SBY kepada dirinya mengenai rencana pencalonan dalam pilpres 2024. Penarikan JK menjadi pasangan SBY dalam pilpres kala itu, dikaitkan dengan 'kecolongannya Megawati'.

"Saya akan berpasangan dengan Pak JK. Ini Bu Mega akan kecolongan dua kali. Kecolongan yang pertama, dia yang pindah. Kecolongan yang kedua, dia ambil Pak JK," kata SBY kepada Marzuki kala itu.

Seperti diketahui, sebelum maju dalam Pilpres 2024, SBY adalah Menko Polkam RI (Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Republik Indonesia) di bawah Presiden Megawati Soekarnoputri kala itu. Sementara JK (Jusuf Kalla) adalah Menko Kesra RI (Menteri Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat Republik Indonesia) saat itu.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Badminton, Nasional, Metropolitan
wwwwww