Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
18 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
2
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
16 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
3
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
19 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
4
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
19 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
5
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
Basket
21 jam yang lalu
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
6
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
DKI Jakarta
18 jam yang lalu
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
Home  /  Berita  /  DKI Jakarta

Jakarta Kebanjiran, PSI Sebut Anies Hamburkan Uang dan Sia-siakan Waktu

Jakarta Kebanjiran, PSI Sebut Anies Hamburkan Uang dan Sia-siakan Waktu
Banjir menggenangi Bangka, Jakarta Selatan pada Sabtu (20/2/2021). (gambar: ist./tangkapan layar video ist.)
Senin, 22 Februari 2021 16:30 WIB
JAKARTA - PSI (Partai Solidaritas Indonesia) menilai Gubernur DKI (Daerah Khusus Ibukota) Jakarta, Anies Baswedan, menghamburkan uang dan menyia-nyiakan waktu sehingga masyarakat Jakarta harus mengalami banjir. Anies disebut memilih membayar formula E sebesar Rp560 miliar di APBD 2019, tapi ada gagal bayar Rp160 miliar untuk program pembebasan tanah terkait penanggulangan banjir.

"Gubernur Anies bersikeras menjatahkan Rp560 miliar untuk commitment fee penyelenggaraan Formula E. Padahal jika dipakai untuk normalisasi sungai, rakyat Jakarta tidak perlu menderita karena banjir," kata Wakil Ketua Komisi E Fraksi PSI DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) DKI Jakarta, Anggara Wicitra Sastroamidjojo, dikutip GoNews.co dari pernyataan persnya, Senin (22/2/2021).

Sejak tiga tahun lalu, kata Anggara, kerja-kerja membersihkan saluran air dan menyiapkan pompa-pompa tidak terlihat. Jadi, ujar dia, "Sayang sekali Gubernur Anies menyia-nyiakan waktu sepanjang itu,".

Seperti diketahui, banjir terjadi secara merata di banyak wilayah Jakarta dengan ketinggian air bervariasi, dari 30 cm sampai 3 meter. Sekitar 1.300 warga harus dievakuasi dalam musibah yang terjadi akhir pekan lalu itu.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Olympic, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww