Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tradisi Rajawali Sakti Yang Terus Dipertahankan
Olahraga
20 jam yang lalu
Tradisi Rajawali Sakti Yang Terus Dipertahankan
2
Pengamat Sebut Tak Ada Ganjalan jika Jokowi Hendak Ganti Nadiem
Politik
20 jam yang lalu
Pengamat Sebut Tak Ada Ganjalan jika Jokowi Hendak Ganti Nadiem
3
Kepuasan Aji Santoso di Tengah Kegagalan
Sepakbola
20 jam yang lalu
Kepuasan Aji Santoso di Tengah Kegagalan
4
Polisi: Jangan Coba-coba Mudik Pakai Travel Gelap dan Mobil Dinas
Peristiwa
19 jam yang lalu
Polisi: Jangan Coba-coba Mudik Pakai Travel Gelap dan Mobil Dinas
5
Widih... Perempuan di Sulsel Dilamar dengan Panaik 2 Keping Bitcoin, Nilainya Ternyata Capai Rp 1,7 M
Peristiwa
15 jam yang lalu
Widih... Perempuan di Sulsel Dilamar dengan Panaik 2 Keping Bitcoin, Nilainya Ternyata Capai Rp 1,7 M
6
Bikin Haru, Ini Fakta Potret Mempelai Pria dengan Badan Penuh Perban saat Duduk di Pelaminan
Peristiwa
15 jam yang lalu
Bikin Haru, Ini Fakta Potret Mempelai Pria dengan Badan Penuh Perban saat Duduk di Pelaminan
Home  /  Berita  /  Politik

Bukan Cuma Dominan, PDIP Juga Masih Wangi untuk 2024

Bukan Cuma Dominan, PDIP Juga Masih Wangi untuk 2024
(Dari kiri) Ketua DPR RI, Puan Maharani, Presiden RI, Jokowi, Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri dalam Rakernas PDIP III Tahun 2018 di Badung, Bali, 2019 lalu. (foto: dok. ist./setpres)
Selasa, 23 Februari 2021 16:16 WIB
JAKARTA - PDIP (Partai Demokrasi Indonesia-Perjuangan) tercatat sebagai partai yang dominan saat ini. Partai yang menjadi kendaraan Jokowi untuk dua kali menang Pilpres (pemilhan presiden) ini, juga masih wangi dalam konteks pemetaan politik 2024.

Dominasi PDIP di Senayan, terlihat dari proporsi kader mereka di DPR RI setelah berhasil meraup 19,33 persen (>27 juta) suara sah nasional pada 2019-selain memang, Puan Maharani juga menjadi simbol kekuasaan PDIP karena menjabat sebagai Ketua DPR RI. Situs resmi DPR RI (Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia) mencatat, dari 575 anggota DPR 125 diantaranya merupakan anggota fraksi PDIP. Dengan jumlah dominan dari fraksi lain tersebut, perimbangan dan pemerataan jumlah anggota PDIP di tiap-tiap AKD (Alat Kelengkapan Dewan) juga menjadi dominan.

Di pemerintahan, presiden juga dijabat oleh kader PDIP. Meski kabinetnya diisi oleh perimbangan kekuatan partai politik dalam konteks rekonsiliasi, pemerintahan yang dipimpin kader PDIP ini terbilang kuat karena Jokowi dinilai konsolidatif.

Mengutip pernyataan mantan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Puyuono dalam saluran YouTube Bergeloralah!, Kemampuan Jokowi dalam mengkonsolidasikan kekuatan memang merupakan 'talenta' pribadinya.

Jokowi yang konsolidatif juga terpotret dari suatu analisa yang dipaparkan Bossman Mardigu Wowiek Prasantyo, mengenai upaya sentralisasi kekuatan untuk menyelamatkan bangsa dan negara dari tekanan pandemi. Seperti diberitakan GoNews.co sebelumnya, dimana sentralisasi dilakukan termasuk dengan mengkonsolidasikan DPR RI.

Di tengah tekanan pandemi Covid-19 yang mungkin berkepanjangan, harapan agar Jokowi melanjutkan kekuasaannya pun mengemuka. Harapan ini tercatat diiringi dengan munculnya laporan hasil penelitian LSI (Lembaga Survei Indonesia) yang mencatatkan PDIP sebagai partai yang masih diminati.

Penelitian LSI terhadap 2300 responden usia minimal 17 tahun di 11 provinsi yang dianalisis sepanjang 25 - 31 Januari 2021 menyebut, PDIP masih menjadi partai politik yang diminati 20,1 persen pemilih. Pada simulasi semi terbuka, keterpilihan PDIP bahkan tembus 24,5 persen responden.

Laporan penelitian LSI yang dilihat GoNews.co pada Selasa (23/2/2021) itu juga mencatat bahwa 35,4 persen responden merasa dekat dengan PDIP. Dari jumlah itu, 56,6 persen mengaku merasa 'cukup dekat' dengan PDIP.

Penelitian juga mendata nama calon presiden yang dikehendaki responden jika Pilpres digelar Januari 2021. Nama Jokowi tercatat paling tinggi dengan keterpilihan 18 perse pada simulasi tertutup. Tapi, pada simulasi terbuka yang menyebut nama-nama calon (selain nama Jokowi), Prabowo dipilih sebanyak 22,5 persen responden.

Meski simulasi terbuka itu tak menyebut nama Jokowi, tapi be era nama kader PDIP disebut sebagai pilihan. Hasilnya, Ganjar Pranowo dipilih 10.6 persen (persis di bawah Prabowo), Tri Rismaharani dipilih 5,5 persen (urutan ke-6), dan Puan Maharani 0,1 persen (urutan ke-22).***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Nasional, Politik
wwwwww