Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
18 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
18 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
18 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
18 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
18 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
18 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Olympic

Minta Protokoler Tanggungjawab, Saleh Daulay: Kerumunan di NTT Membahayakan Jokowi dan Rakyat

Minta Protokoler Tanggungjawab, Saleh Daulay: Kerumunan di NTT Membahayakan Jokowi dan Rakyat
Kerumunan warga NTT saat menyambut kedatangan Jokowi. (Foto: Istimewa)
Rabu, 24 Februari 2021 17:04 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Kunjungan kerja Presiden Joko Widodo ke Maunere, NTT yang berujung kerumunan disayangkan banyak kalangan. Sebab kerumunan yang terjadi saat Presiden Jokowi hendak meresmikan Bendungan Napun Gete itu sangat membahayakan masyarakat, termasuk presiden.

"Dari foto dan video yang beredar, kelihatan bahwa warga masyarakat tidak menerapkan protokol kesehatan. Ini tentu sangat berbahaya bagi masyarakat dan juga presiden," ucap anggota Komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay, Rabu (24/2/2021).

Ketua Fraksi PAN ini mengatakan, protokoler acara kunker Presiden Joko Widodo perlu bertanggung jawab atas banyaknya kerumunan massa.

"Dalam konteks ini, protokol yang mengatur kegiatan tersebut harus bertanggung jawab. Sebab, kegiatan presiden di sana tentu sudah diatur sebelumnya. Protokollah yang mengatur seluruh kegiatan dan perjalanan presiden selama di sana," tegasnya.

Bila melihat peristiwa yang viral tersebut, ia menilai sulit bagi presiden menghindari kerumunan warga yang mendekat lantaran sebagai idola, banyak masyarakat NTT yang penasaran dengan Jokowi.

"Wajar mereka antusias dan ingin mendekat, selfie, salaman, dan lain-lain. Nah, semestinya itu sudah diantisipasi sebelumnya oleh protokol yang ada," tegasnya.

Saleh berharap, kejadian tersebut tidak terulang kembali dan dijadikan evaluasi bersama agar masyarakat menghindari kerumunan. "Ini kan sudah terjadi. Pihak istana harus mengevaluasi hal ini. Harus dipastikan kejadian seperti ini tidak terulang lagi di masa yang akan datang," tandasnya.***

wwwwww