Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
18 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
18 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
18 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
18 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
18 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
18 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Beladiri

7 Jam Dicecar KPK Soal Korupsi Bansos, Kader PDIP Ihsan Yunus Irit Bicara

7 Jam Dicecar KPK Soal Korupsi Bansos, Kader PDIP Ihsan Yunus Irit Bicara
Politisi PDIP, Ihsan Yunus saat diperiksa KPK. (Foto: CNN Indonesia)
Jum'at, 26 Februari 2021 01:00 WIB
JAKARTA - Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Ihsan Yunus, irit bicara usai diperiksa sekitar tujuh jam oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait penyidikan kasus dugaan korupsi bantuan sosial penanganan Covid-19.

Setelah selesai diperiksa, Ihsan hanya mengatakan bahwa ia menyerahkan seluruh materi penyidikan ke lembaga antirasuah tersebut.

"Intinya, saya sudah menjelaskan semua kepada penyidik. Silakan tanyakan ke penyidik saja, ya," kata Ihsan kepada wartawan di Gedung Dwiwarna KPK, Jakarta, Kamis (25/2).

Mantan Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI itu menjalani pemeriksaan sejak sekitar pukul 14.00 WIB hingga 21.40 WIB. Namun, belum ada keterangan resmi dari KPK terkait pemeriksaan tersebut.

Kepada wartawan, Ihsan sempat mengakui rumahnya yang berada diJalan Kayu Putih Selatan 1, Nomor 16, Pulo Gadung, Jakarta Timur, sudah digeledah penyidik KPK.

"Ya, rumah saya sudah digeledah kemarin," katanya.

Sebelumnya, KPK menduga Ihsan mengetahui seputar kasus yang menjerat mantan Menteri Sosial, Juliari Peter Batubara.

Dalam rekonstruksi kasus pada Senin (1/2), disebutkan bahwa Ihsan pernah melakukan pertemuan dengan tersangka yang merupakan pejabat pembuat komitmen (PPK) Kementerian Sosial,MatheusJokoSantoso, dan Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial Kementerian Sosial, M.Syafi'iNasution. Pertemuan itu diduga membahas terkait penyediaanbansos.

Dalam proses perkembangan penanganan perkara, penyidik juga sudah menggeledah rumah orang tua Ihsan yang berada di Jalan Raya Hankam, Nomor 72, Cipayung, Jakarta Timur. Dari sana, penyidik mengamankan alat komunikasi dan sejumlah dokumen yang diduga terkait dengan perkara.

Selain itu, adik Ihsan yang bernama Muhammad Rakyan Ikram pun sudah diperiksa sebanyak dua kali. Lembaga antirasuah menduga perusahaan Rakyan turut mendapat paket pekerjaan bansos untuk wilayah Jabodetabek tahun 2020.

Namun, Ihsan enggan menjawab terkait sejumlah temuan tersebut. Dalam kasus ini, komisi antirasuah sudah menetapkan lima orang sebagai tersangka. Selain Juliari, empat tersangka lainnya adalah PPK Kementerian Sosial, Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso, serta dua pihak swasta, Ardian I M dan Harry Sidabukke.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:CNNIndonesia.com
Kategori:Olympic, Beladiri, DKI Jakarta
wwwwww