Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
18 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
16 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
3
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
7 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
4
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
7 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
5
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
7 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
6
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
7 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Home  /  Berita  /  Olympic

Pendiri Partai Demokrat: Lawan dan Pecat Pelaku GPK-PD

Pendiri Partai Demokrat: Lawan dan Pecat Pelaku GPK-PD
Plt. Ketua umum Forum Komunikasi Pendiri dan Deklarator Partai Demokrat (FKPD-PD), Stevan Rumangkang. (Foto: Istimewa)
Sabtu, 27 Februari 2021 15:08 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Gerakan pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat tidak sesuai dengan pemikiran para pendiri dan senior Partai Demokrat. Demikian disampaikan Steven Rumangkang, Plt. Ketua umum Forum Komunikasi Pendiri dan Deklarator Partai Demokrat (FKPD-PD).

Steven adalah salah satu dari 99 penandatangan deklarasi pendirian Partai Demokrat tahun 2001 lalu. Ia juga merupakan putra dari almarhum Vence Rumangkang, salah satu pendiri Partai Demokrat dan mantan Ketua Umum FKPD-PD.

"Partai Demokrat partai yang dinamis. Banyak perbedaan pendapat yang terjadi. Tapi tidak terbayang bagaimana kemudian perbedaan pendapat internal ini dieksploitasi dengan berkonspirasi bersama pihak eksternal," kata Steven, Sabtu (27/2/2021).

"Perbedaan pendapat biasa terjadi dalam partai politik. Organisasi mana yang tidak mengalami? Tapi berkonspirasi dengan pihak eksternal untuk memenuhi ambisi politik pribadi, sungguh mengurangi marwah para pendiri dan deklarator PD," timpalnya.

Steven mengomentari pernyataan Aswin Ali Nasution, ketua Umum Kader Muda Demokrat, yang mendesak pelaksanaan KLB (25/2) dengan mengusulkan Kepala KSP Moeldoko untuk mengambil alih, dengan alasan PD mengalami penurunan.

"Penurunan dari mana? Di Pilkada 2020 kita menang melampaui target, tren elektabilitas partai dan tokoh, termasuk elektabilitas Ketum terus naik. Masak Ketum kita yang elektabilitasnya selalu tinggi mau digantikan oleh orang lain yang elektabilitasnya dibawah elektabilitas ketum AHY, hawa nafsu kekuasaan bikin mereka hilang akal," sesalnya.

Steven memastikan seluruh pendiri dan deklarator PD serta kader-kader senior tetap setia serta loyal terhadap Ketum AHY dan kepengurusan Partai Demokrat hasil Kongres V Partai Demokrat tahun 2020. Ia tidak bisa menyembunyikan kekecewaaanya karena Nama Pendiri dan Deklarator PD sempat dicatut namanya oleh orang-orang dibalik gerakan pengambilalihan partai ini.

"Para Pendiri dan Deklarator PD dan senior partai solid. Mereka kecewa dengan para aktor GPK-PD dan lain-lain yang menikmati saat partai jaya, menghilang saat partai terpuruk dan sekarang memanfaatkan situasi pandemi Covid-19 untuk menggolkan agenda sendiri, dengan mau dimanfaatkan oleh pihak eksternal. Mereka tidak menggunakan akal sehat malah pakai taktik devide et impera, pecah belah dan kuasai," urainya.

Karena itu, Steven mendukung langkah-langkah Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono untuk bertindak cepat dan tegas mematahkan gerakan pengambilalihan ini, dengan mengonsolidasikan seluruh pengurus serta kader.

"Menurut saya, tindakan kader-kader yang kasak-kusuk hendak menyelenggarakan Kongres Luar Biasa, merupakan tindakan pelanggaran ART (Anggaran Rumah Tangga ) PD. BAB 7, Pasal 83 serta mendukung tindakan DPP PD memecat aktor GPK-PD," tegasnya lagi.

Sebelumnya, desakan pemecatan juga datang dari 34 Ketua DPD PD se-Indonesia serta organisasi-organisasi sayap Partai Demokrat.***

wwwwww