Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pecat Direksi dan Tuding Pengisi Kajian Ramadan Radikal, PT Pelni Minta Maaf
Peristiwa
8 jam yang lalu
Pecat Direksi dan Tuding Pengisi Kajian Ramadan Radikal, PT Pelni Minta Maaf
2
Talk Coffee Solusi Tempat Nongkrong Baru di Depok, Monica: Bismillah Kita Jalan
Ekonomi
23 jam yang lalu
Talk Coffee Solusi Tempat Nongkrong Baru di Depok, Monica: Bismillah Kita Jalan
3
Dirut RSUD Arifin Achmad Klaim Tak Minta Biaya Dedek Bayi Pengidap Omfalokel
Umum
23 jam yang lalu
Dirut RSUD Arifin Achmad Klaim Tak Minta Biaya Dedek Bayi Pengidap Omfalokel
4
Abraham Cetak 20 Angka, Prawira Tundukkan West Bandits
Olahraga
23 jam yang lalu
Abraham Cetak 20 Angka, Prawira Tundukkan West Bandits
5
Dragan Djukanovic Tunggu Keputusan Manajemen
Sepakbola
8 jam yang lalu
Dragan Djukanovic Tunggu Keputusan Manajemen
6
Persebaya Siap Ladeni Permainan Terbuka Persib
Sepakbola
21 jam yang lalu
Persebaya Siap Ladeni Permainan Terbuka Persib
Home  /  Berita  /  Ekonomi

Tak Cuma Beras dan Gula, Pedagang Beserta Relawan Jokowi Tegas Tolak Semua Produk Impor

Tak Cuma Beras dan Gula, Pedagang Beserta Relawan Jokowi Tegas Tolak Semua Produk Impor
Ilustrasi bongkar muat beras Bulog. (Foto: Istimewa)
Selasa, 30 Maret 2021 23:47 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Presiden Jokowi dengan tegas telah mengumumkan, bahwa pemerintah tidak akan melakukan impor hingga Juni 2021. Terlebih lagi impor yang berkaitan dengan pangan seperti beras, gula, garam, daging sapi dan lainnya.

Bak gayung besambut, pernyataan Jokowi tersebut didukung Komite Pedagang Pasar (KPP) dan Relawan Jokowi yang tergabung dalam Foreder Jokowi.

Hal itu diungkapkan langsung Ketua Umum Komite Pedagang Pasar (KPP) Abdul Rosyid bersama Ketua Umum Foreder Jokowi, Aidil Fitri. Dengan tegas keduanya juga menolak semua jenis impor dari luar negeri.

Penolakan tersebut disampaikan Komite Pedagang Pasar (KPP) dan Relawan Jokowi yang tergabung dalam Foreder Jokowi melalui konfrensi pers bersama di kawasan Klender, Jakarta Timur, Selasa (30/3).

"Kami tegas menolak semua jenis impor. Termasuk hari ini kami sangat menyangkan adanya jenis Gula Kristal Putih (GKP) yang diimpor BUMN Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) yang didatangkan secara bertahap di sejumlah pelabuhan," ujar Rosyid.

Menurut Rosyid, pengiriman pertama gula tersebut telah tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Minggu (28/3/2021) sekitar 6 ribu ton. Dan pengiriman berikutnya yakni di Pelabuhan Belawan Medan sekitar 15 ribu ton, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya sekitar 30 ribu ton, dan di Pelabuhan Tanjung Priok akan datang lagi sekitar 24 ribu ton.

"Tentu sangat disayangkan. Harusnya, produk makanan seperti beras, gula, garam dan sapi serta produk apapun bisa dibeli pemerintah dari para petani dalam negeri. Saya ingin mengajak semua masyarakat untuk tidak membeli barang-barang impor itu," tegasnya.

Meski produk impor diperuntukan sebagai stok cadangan dalam negeri, Rosyid dan Aidil mengklaim hal ini akan menyengsarakan masyarakat, terutama para petani, peternak dan pelaku UMKM Indonesia di tengah pandemi Covid-19.

Barang impor tersebut kata Dia, justeru menyengsarakan petani, peternak dan pelaku UMKM, sekaligus juga tidak stabilnya harga di pasar tradisional. "Sehingga mengakibatkan lonjakan harga bisa naik dan turun yang begitu besar di pedagang dan khususnya di pasar-pasar tradisional maupun pasar-pasar modern," urainya.

Sementara itu, Ketua Umum Foreder Jokowi Aidil Fitri juga dengan tegas mengajak relawan Jokowi menolak semua barang impor.

"Kita berharap agar ada keputusan dan kebijakan yang tepat dari Bapak Presiden Jokowi untuk mengeluarkan keputusan tidak ada lagi impor produk apapun dari luar negeri dan harus meningkatkan penghasilan petani, pedagang dan para pelaku UMKM Indonesia untuk bisa seluruh pejabat negara, TNI, Polri, ASN membeli produk Indonesia bukan mengandalkan produk apapun selalu impor dari luar negeri," pungkasnya.***

wwwwww