Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
24 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
17 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
16 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
4
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
17 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
5
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
17 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
6
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
Sepakbola
15 jam yang lalu
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
Home  /  Berita  /  SEA Games

Puan: Akses Vaksin Harus Adil dan Merata untuk Semua Orang

Puan: Akses Vaksin Harus Adil dan Merata untuk Semua Orang
Ketua DPR RI, Puan Maharani. (Foto: Istimewa)
Selasa, 30 Maret 2021 23:41 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Ketua DPR RI, Puan Maharani menyoroti ketersediaan vaksin dan distribusinya yang belum merata di seluruh dunia. Menurut Puan, distribusi vaksin harus merata meski berdasarkan data PBB, sekitar 130 negara belum menerima satu pun dosis vaksin Covid-19.

“Kita perlu ikut mendorong akses adil dan merata terhadap vaksin yang berkualitas, terjangkau, dan efektif bagi semua negara dan semua orang,” kata Puan, di Jakarta, Selasa (30/3/2021).

Puan menyatakan hal itu dalam pertemuan virtual dengan Presiden Inter- Parliamentary Union (IPU) Duarte Pacheco, Selasa siang. Keadilan akses terhadap vaksin menjadi tema yang ditekankan Puan dalam perbincangan dengan Presiden IPU yang berada di Portugal tersebut.

Puan berharap organisasi parlemen dunia (IPU) harus mencegah penguasaan vaksin sepihak oleh negara-negara tertentu.

“Perlu pula dicegah terjadinya ‘vaccine nationalism’ yang membatasi negara berkembang untuk mendapat akses kepada vaksin,” kata Puan, yang merupakan cucu Presiden pertama RI Sukarno itu.

Puan menegaskan, dunia tidak akan aman dari virus sampai semua negara terbebas dari virus tersebut.

“Distribusi vaksin yang merata, menjadi salah satu katalisator dalam meningkatkan prospek pemulihan ekonomi dunia,” ujarnya.

Menurut Puan, IPU perlu membantu akselerasi pemulihan ekonomi global dengan upaya membangun lebih baik lagi (build back better) pada masa pasca-pandemi. Caranya, lanjut Puan, IPU dapat bekerja sama dengan berbagai organisasi ekonomi internasional untuk mendorong koordinasi kebijakan makro ekonomi berbagai negara.

“IPU juga perlu berperan dalam mengatasi dampak sosial pandemi seperti meningkatnya kemiskinan, ketimpangan, terhambatnya akses terhadap kesehatan dan pendidikan,“ ungkap perempuan pertama yang menjadi Ketua DPR RI tersebut.

Dalam pertemuan itu juga dibahas kerja sama Indonesia dengan IPU dan juga rencana Indonesia menjadi tuan rumah IPU Assembly tahun 2022.

Puan menginformasikan kepada Presiden IPU Duarte Pacheco tentang rencana DPR RI mengadakan 1st Global Parliamentary Meeting on Achieving the SDGs, di Jakarta, pada Agustus 2021. ***

wwwwww