Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
18 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
22 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
3
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
18 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
4
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
20 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
5
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
16 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
6
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
Non Olympic
18 jam yang lalu
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
Home  /  Berita  /  Basket

Negara-Negara di Dunia Waspadai Potensi Pandemi Baru setelah Covid-19, WHO Sebut Perlu Langkah Baru

Negara-Negara di Dunia Waspadai Potensi Pandemi Baru setelah Covid-19, WHO Sebut Perlu Langkah Baru
Seorang bayi bermain dengan masker ibunya di program dukungan nutrisi di Bertoua, Kamerun. (foto: ist./unicef/frank dejongh via un.org)
Rabu, 31 Maret 2021 15:07 WIB
JAKARTA - Negara-negara di dunia termasuk Indonesia, secara bersama-sama dengan Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization) menyerukan perjanjian internasional sebagai respons siaga atas potensi munculnya pandemi baru pasca Covid-19 di masa datang.

Mengutip siaran UN (United Nations) alias PBB (Persatuan Bangsa-Bangsa) dalam situs resmi mereka, para penandatangan perjanjian mengatakan bahwa pandemi virus corona telah menjadi pengingat yang tajam dan menyakitkan bahwa, "tidak ada yang aman sampai semua orang aman" dan bahwa "akan ada pandemi lain dan keadaan darurat kesehatan utama lainnya,".

"Pertanyaannya bukan jika, tapi kapan. Bersama-sama, kita harus lebih siap untuk memprediksi, mencegah, mendeteksi, menilai, dan merespons pandemi secara efektif dengan cara yang sangat terkoordinasi," kata mereka sebagaimana dikutip GoNews.co, Rabu (31/3/2021).

Lansiran itu menyebut bahwa sejauh ini perjanjian telah ditandatangani oleh Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, dan perwakilan dari banyak negara diantaranya, Albania, Chili, Kosta Rika, Dewan Eropa, Fiji, Prancis, Jerman, Yunani, Indonesia, Italia, Kenya, Belanda, Norwegia, Portugal, Republik Korea, Rumania, Rwanda, Senegal, Serbia, Afrika Selatan, Spanyol, Thailand, Trinidad dan Tobago, Tunisia, Inggris Raya, dan Ukraina.

"Pada saat COVID-19 telah mengeksploitasi kelemahan dan perpecahan kita, kita harus memanfaatkan kesempatan ini dan bersatu sebagai komunitas global untuk kerja sama damai yang melampaui krisis ini," kata mereka itu dalam lansiran tersebut.

Tedros mengatakan, "Kita tidak dapat melakukan hal-hal seperti yang telah kita lakukan sebelumnya dan mengharapkan hasil yang berbeda ... kita harus bertindak dengan berani,".***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Badminton, SEA Games, Basket, Nasional, DKI Jakarta
wwwwww