Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
15 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
2
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
13 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
3
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
11 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
4
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
14 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
5
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
Basket
16 jam yang lalu
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
6
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
DKI Jakarta
13 jam yang lalu
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
Home  /  Berita  /  Beladiri

Pria Tewas Ditembak, Setelah Niat Bacok Polisi yang Tangkap Anaknya

Pria Tewas Ditembak, Setelah Niat Bacok Polisi yang Tangkap Anaknya
Pelaku tewas ditembak Polisi. (Foto: Istimewa)
Jum'at, 02 April 2021 21:33 WIB
JAKARTA - Seorang pria tewas ditembak setelah membacok polisi yang tangkap anaknya. Pria tersebut bernama Maudu, yang merupakan ayah dari LA, yang ditangkap polisi karena kasus pencurian motor.

Peristiwa penyerangan terjadi di Kampung Senea, Desa Bonto Tallasa, Kecamatan Uluere, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, pada Rabu (31/3/2021) malam.

Kejadian bermula ketika Unit Resmob Sat Reskrim Polres Banteng, menangkap LA. Kapolres Bantaeng AKBP Rachmat Sumekar menjelaskan, beberapa anggota masuk ke dalam rumah panggung dan sebagian lagi berada di bawah rumah, selanjutnya menangkap pelaku curanmor LA yang berada di atas rumah.

"Ayah LA, Maudu tiba-tiba muncul dan membawa senjata tajam jenis parang panjang dan langsung menyerang satu anggota dengan cara menebas arah leher anggota. Beruntung anggota langsung menangkis menggunakan lengan sebelah kiri hinggamengalami tangan robek dan tulang patah," jelas Rachmat, Kamis (1/4/2021) kemarin.

Anggota lain yang menyaksikan peristiwa berdarah itu, langsung menambak Maudu di bagian dada sebelah kiri. "Anggota lain melakukan tindakan tegas dan terukur yang mengakibatkan Maudu meninggal dunia di tempat,"jelasnya.

Selanjutnya anggota yang menjadi korban penganiyaan langsung dilarikan ke RSUD Prof Anwar Makkatutu Bantaeng.

Sementara LA diamankan di Polres Bantaeng. Atas perbuatan LA, dikenakan Pasal 363 KUHP ancaman hukuman 7 tahun penjara.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Kompas.com
Kategori:Olympic, Beladiri, DKI Jakarta
wwwwww