Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
22 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
16 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
14 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
4
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
15 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
5
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
15 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
6
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
23 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Home  /  Berita  /  Sepakbola
Turnamen Sepakbola Piala Menpora 2021

RD Akui Serangan Persela Bikin Kewalahan

RD Akui Serangan Persela Bikin Kewalahan
Pelatih Madura United FC, Rahmad Darmawan.
Jum'at, 02 April 2021 11:15 WIB
Penulis: Azhari Nasution

BANDUNG - Madura United FC dibuat kesulitan menghadapi Persela Lamongan pada laga Grup C Piala Menpora 2021 di Stadion Si Jalak Harupat Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (1/4/2021).

Madura United sebenarnya mampu unggul lebih dulu menit 23 lewat sepakan Bruno Lopes tanpa bisa ditepis penjaga gawang Dwi Kuswanto. Namun gol tersebut langsung dibalas tiga menit bereselang oleh Akbar memanfaatkan kesalahan M Ridho gagal menangkap bola lambung.

Perlawanan yang ditunjukkan Persela diakui pelatih Madura United, Rahmad Darmawan cukup buat pemainnya kewalahan. Persela justru tampil menekan saat anak-anak asuhannya coba mengontrol ritme permainan dengan segala keterbatasan fisik yang dimiliki.

"Kita mengawali pertandingan memang menginstruksikan untuk coba membangunkan karakter terhadap lawan, tapi awal pertandingan Persela tiba-tiba mampu mengimbangi, dia memberi pressure," kata Rahmad Darmawan seusai pertandingan.

Strategi babak pertama guna mencari ruang di antara kerapatan pemain bertahan Persela, pelatih yang karib disapa RD itu menginstruksikan pemainnya lebih bermain melebar. Gol mampu diciptakan oleh Bruno Lopes yang sayangnya langsung terbalaskan. Kombinasi serangan dilakukan dari kanan, ke kiri, dan tengah namun sampai akhir pertandingan skor 1-1 tak berubah.

"Beberapa kali lawan punya kesempatan melalui tendangan bebas tapi kita bisa mengantisipasi. Akhirnya kita mencoba menerapkan permainan lebih melebar kita sukses membuat satu gol di pertengahan babak satu, kita terus mengembangkan banyak kombinasi permainan dan peluang tapi akhirnya skor 1-1 sampai akhir pertandingan," tutur RD.

Sulit dihadapkan kepada tim yang menerapkan sistem bertahan compact defence karena pemain harus jeli, pintar, dan memiliki kreator serangan yang jenius membongkar pertahanan yang cukup rapat dan disiplin seperti Persela. Hal itu yang jadi catatan RD dan harus dipecahkan jelang perhelatan Kompetisi Liga 1 mendatang.

"Kita dihadapkan kepada tim yang bermain sangat over defence. Ini jadi problem yang harus kita pecahkan dengan kepala dingin, dengan variasi serangan, kita sudah lakukan itu pergantian dilakukan dengan maksud membongkar pertahanan lawan. Saya pikir Persela hari ini sangat bermain disiplin dengan organisasi pertahanan mereka," beber RD. ***

wwwwww