Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kader IMM Diharapkan Jadi Pemuda Kreatif, Inovatif dan Berjiwa Wirausaha
Pemerintahan
20 jam yang lalu
Kader IMM Diharapkan Jadi Pemuda Kreatif, Inovatif dan Berjiwa Wirausaha
2
Beri Kuliah Umum di UNNES, Amali Kembali Ingatkan Pentingnya Sport Science
Olahraga
20 jam yang lalu
Beri Kuliah Umum di UNNES, Amali Kembali Ingatkan Pentingnya Sport Science
3
Tak Punya Biaya Lagi, Dedek Bayi Pengidap Omfalokel Terpaksa Keluar dari RSUD Arifin Achmad
Peristiwa
4 jam yang lalu
Tak Punya Biaya Lagi, Dedek Bayi Pengidap Omfalokel Terpaksa Keluar dari RSUD Arifin Achmad
4
Sindir Komisaris PT Pelni, Tokoh Papua: Bocah Ini Agamanya Gak Jelas, Kok Nuduh Ulama Radikal
Pemerintahan
8 jam yang lalu
Sindir Komisaris PT Pelni, Tokoh Papua: Bocah Ini Agamanya Gak Jelas, Kok Nuduh Ulama Radikal
5
Kritik Keras MUI ke PT Pelni soal Pembatalan Pengajian: Bentuk Nyata Arogansi Kekuasaan!
Peristiwa
8 jam yang lalu
Kritik Keras MUI ke PT Pelni soal Pembatalan Pengajian: Bentuk Nyata Arogansi Kekuasaan!
6
Tiga Kandidat Pelatih eFootball Indonesia
Sepakbola
23 jam yang lalu
Tiga Kandidat Pelatih eFootball Indonesia
Home  /  Berita  /  Sepakbola
Turnamen Sepakbola Piala Menpora 2021

RD Akui Serangan Persela Bikin Kewalahan

RD Akui Serangan Persela Bikin Kewalahan
Pelatih Madura United FC, Rahmad Darmawan.
Jum'at, 02 April 2021 11:15 WIB
Penulis: Azhari Nasution

BANDUNG - Madura United FC dibuat kesulitan menghadapi Persela Lamongan pada laga Grup C Piala Menpora 2021 di Stadion Si Jalak Harupat Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (1/4/2021).

Madura United sebenarnya mampu unggul lebih dulu menit 23 lewat sepakan Bruno Lopes tanpa bisa ditepis penjaga gawang Dwi Kuswanto. Namun gol tersebut langsung dibalas tiga menit bereselang oleh Akbar memanfaatkan kesalahan M Ridho gagal menangkap bola lambung.

Perlawanan yang ditunjukkan Persela diakui pelatih Madura United, Rahmad Darmawan cukup buat pemainnya kewalahan. Persela justru tampil menekan saat anak-anak asuhannya coba mengontrol ritme permainan dengan segala keterbatasan fisik yang dimiliki.

"Kita mengawali pertandingan memang menginstruksikan untuk coba membangunkan karakter terhadap lawan, tapi awal pertandingan Persela tiba-tiba mampu mengimbangi, dia memberi pressure," kata Rahmad Darmawan seusai pertandingan.

Strategi babak pertama guna mencari ruang di antara kerapatan pemain bertahan Persela, pelatih yang karib disapa RD itu menginstruksikan pemainnya lebih bermain melebar. Gol mampu diciptakan oleh Bruno Lopes yang sayangnya langsung terbalaskan. Kombinasi serangan dilakukan dari kanan, ke kiri, dan tengah namun sampai akhir pertandingan skor 1-1 tak berubah.

"Beberapa kali lawan punya kesempatan melalui tendangan bebas tapi kita bisa mengantisipasi. Akhirnya kita mencoba menerapkan permainan lebih melebar kita sukses membuat satu gol di pertengahan babak satu, kita terus mengembangkan banyak kombinasi permainan dan peluang tapi akhirnya skor 1-1 sampai akhir pertandingan," tutur RD.

Sulit dihadapkan kepada tim yang menerapkan sistem bertahan compact defence karena pemain harus jeli, pintar, dan memiliki kreator serangan yang jenius membongkar pertahanan yang cukup rapat dan disiplin seperti Persela. Hal itu yang jadi catatan RD dan harus dipecahkan jelang perhelatan Kompetisi Liga 1 mendatang.

"Kita dihadapkan kepada tim yang bermain sangat over defence. Ini jadi problem yang harus kita pecahkan dengan kepala dingin, dengan variasi serangan, kita sudah lakukan itu pergantian dilakukan dengan maksud membongkar pertahanan lawan. Saya pikir Persela hari ini sangat bermain disiplin dengan organisasi pertahanan mereka," beber RD. ***

wwwwww