Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
18 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
2
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
20 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
3
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
22 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
4
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
6 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
5
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
Olympic
17 jam yang lalu
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
6
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
19 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Menpora: Tak Ada Pekerjaan Fisik Pembangunan Sarana dan Prasarana Olahraga

Menpora: Tak Ada Pekerjaan Fisik Pembangunan Sarana dan Prasarana Olahraga
Menpora Zainudin Amali saat menerima Walikota Banjarbaru, Aditya Mufti Ariffin. (Foto:kemenpora.go.id)
Senin, 05 April 2021 13:47 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali mengatakan tidak ada pekerjaan fisik pembangunan sarana dan prasarana olahraga. Namun, katanya, Kemenpora akan memberikan rekomendasi kepada kementerian terkait jika ada permohonan pembangunan sarana dan prasarana jika telah memenuhi kelayakan.

Pernyataan itu disampaikan Amali saat menerima audiensi Walikota Banjarbaru, Aditya Mufti Ariffin yang hadir bersama Kepala Bappeda Banjarbaru Kanafi, Kepala BPKAD Banjarbaru Jainudin di ruang kerjanya lantai 10 Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Senin (5/4/2021).

"Kami tidak ada pekerjaan fisik, jika ada permohonan pembangunan ini maka harus berkomunikasi dengan Bappenas dan kemudian ke Kementerian PUPR," kata Menpora Amali yang didampingi Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Chandra Bhakti.

"Jika sudah berkomunikasi dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) maka pastikan status tanah/lahannya tidak bermasalah atau sudah clean and clear sebab itu yang selalu jadi masalah," tambahnya.

Menurutnya, jika sudah ada komunikasi dengan Bappenas maka proses selanjutnya oleh Kementerian PUPR akan lebih mudah pelaksanaannya. "Secara kemanfaatan kita yang merekomendasikan layak atau tidaknya. Kemudian Bappenas itu perencanaan anggarannya dan teknis pengerjaannya PUPR. Karena anggaran kita khusus untuk pembinaan, pengerjaan fisik tetap di Kementerian PUPR," tutur Amali.

Sebelumnya, Walikota Aditya Mufti memaparkan kepada menpora jika di Kota Banjarbaru belum ada sarana dan prasarana olahraga memadai seperti stadion. Pemerintah kota telah menyiapkan lahan seluas 22 hektar untuk pembangunan sarana olahraga itu.

"Tanah seluas ini sudah milik pemerintah kota Pak Menteri, makanya kami beranikan diri untuk meminta pembangunan stadion ke Pak Menteri. Dan juga kami telah berkoordinasi dengan Bappenas terkait hal ini. Dari Bappenas arahannya harus ke Menpora untuk persetujuannya," kata Aditya.

"Kota Banjarbaru merupakan jalur utama dari Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat yang semua melewati Banjarbaru. Komposisi jumlah penduduk usia mudanya lebih banyak dibandingkan usia tuanya," tambahnya. ***

wwwwww