Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
KPK OTT Walikota Tanjung Balai, Erwin Syahfutra: Kita Apresiasi Meski Telat
Peristiwa
15 jam yang lalu
KPK OTT Walikota Tanjung Balai, Erwin Syahfutra: Kita Apresiasi Meski Telat
2
Tak Berani Cabut Izin XL Axiata, Arief Poyuono: Menkominfo Johnny G Plate Layak Direshuffle
Politik
17 jam yang lalu
Tak Berani Cabut Izin XL Axiata, Arief Poyuono: Menkominfo Johnny G Plate Layak Direshuffle
3
Pendiri NU Hilang dari Kamus Sejarah, PKB: Jangan Lupa Jasa Ulama, Kemendikbud Bisa Kualat
Pemerintahan
16 jam yang lalu
Pendiri NU Hilang dari Kamus Sejarah, PKB: Jangan Lupa Jasa Ulama, Kemendikbud Bisa Kualat
4
Penundaan India Terbuka, Untungkan Hafiz/Gloria
Olahraga
15 jam yang lalu
Penundaan India Terbuka, Untungkan Hafiz/Gloria
5
Kepala BNSP Bantah Larang Dewan Pers Lakukan UKW
Peristiwa
15 jam yang lalu
Kepala BNSP Bantah Larang Dewan Pers Lakukan UKW
6
Gempa Magnitudo 6,4 di Nias, Getarannya Terasa di Sidimpuan dan Padang
Peristiwa
19 jam yang lalu
Gempa Magnitudo 6,4 di Nias, Getarannya Terasa di Sidimpuan dan Padang
Home  /  Berita  /  Olahraga

Menpora: Tak Ada Pekerjaan Fisik Pembangunan Sarana dan Prasarana Olahraga

Menpora: Tak Ada Pekerjaan Fisik Pembangunan Sarana dan Prasarana Olahraga
Menpora Zainudin Amali saat menerima Walikota Banjarbaru, Aditya Mufti Ariffin. (Foto:kemenpora.go.id)
Senin, 05 April 2021 13:47 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali mengatakan tidak ada pekerjaan fisik pembangunan sarana dan prasarana olahraga. Namun, katanya, Kemenpora akan memberikan rekomendasi kepada kementerian terkait jika ada permohonan pembangunan sarana dan prasarana jika telah memenuhi kelayakan.

Pernyataan itu disampaikan Amali saat menerima audiensi Walikota Banjarbaru, Aditya Mufti Ariffin yang hadir bersama Kepala Bappeda Banjarbaru Kanafi, Kepala BPKAD Banjarbaru Jainudin di ruang kerjanya lantai 10 Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Senin (5/4/2021).

"Kami tidak ada pekerjaan fisik, jika ada permohonan pembangunan ini maka harus berkomunikasi dengan Bappenas dan kemudian ke Kementerian PUPR," kata Menpora Amali yang didampingi Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Chandra Bhakti.

"Jika sudah berkomunikasi dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) maka pastikan status tanah/lahannya tidak bermasalah atau sudah clean and clear sebab itu yang selalu jadi masalah," tambahnya.

Menurutnya, jika sudah ada komunikasi dengan Bappenas maka proses selanjutnya oleh Kementerian PUPR akan lebih mudah pelaksanaannya. "Secara kemanfaatan kita yang merekomendasikan layak atau tidaknya. Kemudian Bappenas itu perencanaan anggarannya dan teknis pengerjaannya PUPR. Karena anggaran kita khusus untuk pembinaan, pengerjaan fisik tetap di Kementerian PUPR," tutur Amali.

Sebelumnya, Walikota Aditya Mufti memaparkan kepada menpora jika di Kota Banjarbaru belum ada sarana dan prasarana olahraga memadai seperti stadion. Pemerintah kota telah menyiapkan lahan seluas 22 hektar untuk pembangunan sarana olahraga itu.

"Tanah seluas ini sudah milik pemerintah kota Pak Menteri, makanya kami beranikan diri untuk meminta pembangunan stadion ke Pak Menteri. Dan juga kami telah berkoordinasi dengan Bappenas terkait hal ini. Dari Bappenas arahannya harus ke Menpora untuk persetujuannya," kata Aditya.

"Kota Banjarbaru merupakan jalur utama dari Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat yang semua melewati Banjarbaru. Komposisi jumlah penduduk usia mudanya lebih banyak dibandingkan usia tuanya," tambahnya. ***

wwwwww