Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tak Punya Biaya Lagi, Dedek Bayi Pengidap Omfalokel Terpaksa Keluar dari RSUD Arifin Achmad
Peristiwa
5 jam yang lalu
Tak Punya Biaya Lagi, Dedek Bayi Pengidap Omfalokel Terpaksa Keluar dari RSUD Arifin Achmad
2
Kader IMM Diharapkan Jadi Pemuda Kreatif, Inovatif dan Berjiwa Wirausaha
Pemerintahan
21 jam yang lalu
Kader IMM Diharapkan Jadi Pemuda Kreatif, Inovatif dan Berjiwa Wirausaha
3
Beri Kuliah Umum di UNNES, Amali Kembali Ingatkan Pentingnya Sport Science
Olahraga
21 jam yang lalu
Beri Kuliah Umum di UNNES, Amali Kembali Ingatkan Pentingnya Sport Science
4
Sindir Komisaris PT Pelni, Tokoh Papua: Bocah Ini Agamanya Gak Jelas, Kok Nuduh Ulama Radikal
Pemerintahan
8 jam yang lalu
Sindir Komisaris PT Pelni, Tokoh Papua: Bocah Ini Agamanya Gak Jelas, Kok Nuduh Ulama Radikal
5
Kritik Keras MUI ke PT Pelni soal Pembatalan Pengajian: Bentuk Nyata Arogansi Kekuasaan!
Peristiwa
8 jam yang lalu
Kritik Keras MUI ke PT Pelni soal Pembatalan Pengajian: Bentuk Nyata Arogansi Kekuasaan!
6
Tiga Kandidat Pelatih eFootball Indonesia
Sepakbola
24 jam yang lalu
Tiga Kandidat Pelatih eFootball Indonesia
Home  /  Berita  /  Peristiwa

Para Akademisi Deklarasikan Asosiasi Dosen Pergerakan

Para Akademisi Deklarasikan Asosiasi Dosen Pergerakan
Para dosen alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) saat deklarasi Asosiasi Dosen Pergerakan (Asdoper). (Foto: Istimewa)
Rabu, 07 April 2021 22:56 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
TULUNGAGUNG - Para dosen alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) kini punya wadah profesi baru. Namanya Asosiasi Dosen Pergerakan (Asdoper).

Asdop dideklarasikan oleh para akademisi dari seluruh Indonesia yang sedang menggelar Muktamar Pemikiran Dosen Alumni PMII di kampus Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah (UIN SATU) Tulungagung pada 6-7 April 2021.

Deklarasi itu, dipimpin Ketua Umum PB IKA-PMII Muqowwam sekaligus menandainya ditutupnya Muktamar Pemikiran Dosen PMII. Tak kurang dari 70 dosen ikut menandai deklarasi berdirinya Asdoper. Beberapa guru besar dari beberapa kampus di tanah air masih tampak antusias mengikuti deklarasi.

"Asdoper ini merupakan organisasi semi otonom dari IKA-PMII yang kepengurusannya tidak harus bergantung ataupun mengikuti kepengurusan IKA-PMII. Jadi, statusnya independen," kata Muqowwam yang juga politisi PPP.

Pembentukan Asdoper ini, lanjut Muqowwam, untuk mewadahi, mengelola, mengembangkan dan mendistribusikan karir serta kompetensi dosen alumni PMII demi kejayaan agama, bangsa dan negara. Harapannya, para dosen alumni PMII bisa berkiprah lebih positif dan berkontribusi nyata terhadap agama dan NKRI.

Dosen PMII itu sendiri mengusung Indonesia Emas sebagai tema Muktamar. Sebagai pembicara kunci dalam gelaran akademik itu adalah para menteri alumni PMII Abdul Halim Iskandar (Menteri Desa, PDTT) yang membentang Indonesia Emas dari perspektif pembangunan desa dan Ida Fauziah (Menteri Ketenagakerjaan) yang memaparkan ketenagakerjaan Indonesia Emas.

Pada sesi lain diisi oleh DR. Sonny B Harmadi, dosen UI yang juga Deputi pada Tim Nasional Penanggulangan Covid-19. Sonny menggaris bawahi pentingnya memastikan bonus demografi Indonesia menjadi bonus kesejahteraan.

Lebih lanjut ia menandaskan pentingnya pendidikan, dan peran strategis dosen untuk mencapai bonus kesejahteraan tersebut. Pada kesempatan itu ditampilkan pula makalah terseleksi dari 122 accepted papers yang lolos seleksi tim penelaah akademik muktamar.

Muktamar memandang tiga kunci kontribusi dosen-dosen PMII bagi Indonesia Emas. Yaitu database dosen yang solid, pengembangan kapasitas sesuai kebutuhan profesi dosen, dan diversifikasi keilmuan.

Akhmad Muqowam juga memastikan bahwa asosiasi dosen tersebut berada dalam struktur PB IKA PMII, yang merupakan institusi semi otonom yang fokus pada profesi dosen, dan karena itu pengelolaan keorganisasiannya harus efektif, lincah dan tidak struktural sampai di tingkat bawah.

Sebagai catatan, hingga saat ini total 1.039 orang dosen alumni PMII telah terdata. Menariknya, dari jumlah itu mayoritas adalah generasi 1980-an. Dengan skenario pensiun pada usia 65 tahun, mereka memiliki peluang karir masih panjang sekaligus modal manusia bagi terwujudnya Indonesia Emas.

Dan para profesional dosen alumni PMII tersebut harus mampu bersaing dengan profesional dosen lain yang berada diluar PMII.

Sebelum pembacaan deklarasi, para peserta berhasil menyusun dan menyepakati AD/ART. Selanjutnya, memilih formatur yang terdiri dari 11 orang. Mereka akan bertugas menyusun dan melengkapi jajaran kepengurusan Asdoper.

Para formatur terpilih kemarin terdiri dari:

1. Prof Dr H Abdurrahman Mas’ud (UIN Walisongo Semarang)

2. Prof Dr KH Maftukhin M.Ag (Rektor UIN SATU Tulungagung)

3. Prof Dr H Habib Idrus Al-Hamid M,Ag (Rektor IAIN Fattahul Muluk Papua)

4. Prof Dr M Noor Harisuddin M.Fil (UIN KHAS Jember)

5. Prof Dr Hj Ulfiah M.Si (Warek IV UIN SGD Bandung)

6. Prof Dr Ir H Husain Syam MTp (Rektor Universitas Negeri Makassar)

7. Prof Dr Ida Umami, MPd Kons (Rektor IAIN Metro Lampung)

8. Dr HM Faisal M.Pd (Universitas Negeri Jakarta)

9. Dr HA Luthfi Hamidi M.Ag (IAIN Purwokerto)

10. Ali Forman PhD (Universitas Gajah Mada)

11. Dr Akhmad Taufiq (Universitas Jember).

Sementara itu, Rektor UIN Satu Tulungagung Maftukhin selaku tuan rumah menambahkan, kegiatan Muktamar Pemikiran Dosen Alumni PMII ini baru pertama kali digelar. Hadirnya beberapa politisi di acara tersebut sempat memunculkan isu adanya agenda politik tersembunyi di balik acara itu. Namun, Maftukhin menepisnya.

Menurutnya, Muktamar Pemikiran bertujuan sebagai bentuk sumbangsih untuk menyukseskan program Indonesia Emas di tahun 2045. "Jadi, ini murni muktamar pemikiran untuk dosen yang tergabung dalam IKA-PMII, tidak ada kepentingan lain," kata Maftukhin.

Selain diikuti para guru besar dari berbagai kampus di Indonesia, agenda ini juga dihadiri beberapa politisi, menteri dan pejabat pemerintah. Mereka yang hadir antara lain Wakil Ketua MPR RI Jazilul Wafaid, Wakil Ketua DPR RI Muhaimin Iskandar, Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Bupati Tulungagung Maryoto Birowo, dan beberapa legislator dari pusat hingga daerah.

Ketua Panitia Muktamar Noor Harisuddin menambahkan, dalam muktamar ini juga digelar diskusi dan seminar membahas program Indonesia emas dan praktik pendidikan tinggi oleh forum rektor PMII.

Selain itu, beberapa seminar juga menghadirkan para narasumber berkompeten di bidangnya. Antara lain Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj, Menristek BRIN Bambang Brodjonegoro, Menaker Ida Fauziah Mendes PDTT Abdul Halim Iskndar, Wakil Ketua MPR Jazilul Wafaid, dan masih banyak lagi.***

wwwwww