Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tak Dinafkahi Maell Lee dan Ditawar Rp 5 Juta, Intan Ratna Juwita: Maaf Mending Saya Jualan Es Kelapa Saja
Peristiwa
2 jam yang lalu
Tak Dinafkahi Maell Lee dan Ditawar Rp 5 Juta, Intan Ratna Juwita: Maaf Mending Saya Jualan Es Kelapa Saja
2
Jokowi Kembali Bikin Heboh, Kali Ini Soal Babi Panggang Ambawang
Pemerintahan
23 jam yang lalu
Jokowi Kembali Bikin Heboh, Kali Ini Soal Babi Panggang Ambawang
3
Anis Byarwati Minta Kaum Muda Ikut Kontribusi Atasi Kemiskinan
Politik
22 jam yang lalu
Anis Byarwati Minta Kaum Muda Ikut Kontribusi Atasi Kemiskinan
4
Soal Jokowi dan Babi Panggang, Joman: Pecat Pratikno
Peristiwa
23 jam yang lalu
Soal Jokowi dan Babi Panggang, Joman: Pecat Pratikno
5
Ketua DPP PPP Merasa Aneh saat Rakyat Dilarang Mudik, Tapi WN China Boleh Masuk
Peristiwa
22 jam yang lalu
Ketua DPP PPP Merasa Aneh saat Rakyat Dilarang Mudik, Tapi WN China Boleh Masuk
6
Kembali Tebar Teror, Teroris OPM Tembaki Polsek dan Bakar Rumah Penduduk Ilaga Papua
Hukum
24 jam yang lalu
Kembali Tebar Teror, Teroris OPM Tembaki Polsek dan Bakar Rumah Penduduk Ilaga Papua
Home  /  Berita  /  Hukum

Nekat Buka di Bulan Ramadan, Komisi III DPR Desak Kapolda Riau Tegas Tindak Pengelola Hiburan Malam

Nekat Buka di Bulan Ramadan, Komisi III DPR Desak Kapolda Riau Tegas Tindak Pengelola Hiburan Malam
Anggota Komisi III DPR, Rahul, mendesak Kapolda Riau menindak Pengusaha tempat hiburan malam di Riau. (Ilustrasi GoNews)
Rabu, 14 April 2021 20:37 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Gerindra, Rahul mendesak Kapolda Riau lebih serius dalam melakukan pengawasan terhadap hiburan malam yang buka pada saat bulan suci Ramadan.

Terlebih lagi kata Rahul, banyak tempat hiburan malam di Riau yang mengabaikan protokol kesehatan ditengah merebaknya kasus-kasus baru Covid-19.

Tidak hanya menciptakan kerumunan, lokasi hiburan malam khususnya di Pekanbaru tidak sedikit yang dijadikan sebagai tempat transaksi dan penyalahgunaan narkoba.

"Saya minta bapak Kapolda Riau menindak tegas para pengelola hiburan malam dan jangan ragu-ragu untuk menutup jika melanggar prokes, apa lagi ada indikasi transaksi narkoba," kata Rahul melalui keterangan tertulisnya, Rabu (14/4/2021).

Anak dari politisi Senior Demokrat M Nasir itu mengungkapkan, persoalan narkoba di Riau sudah masuk fase kritis. Pengguna narkoba tidak hanya dilakukan orang dewasa, bahkan sudah menyasar pada anak-anak.

"Miris sekali melihat anak muda Riau masa depannya digrogoti terus sama narkoba. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama dan menjadi perhatian khusus seluruh elemen masyarakat dan penegak hukum," ujar anggota DPR dapil Riau I itu.

Ia juga meminta, Kapolda Riau untuk turun tangan membongkar praktik penyelundupan barang haram yang masuk melalui jalur-jalur tikus di perbatasan laut dengan akses langsung ke negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.

Beberapa daerah menjadi sasaran bagi penyelundup narkoba kata Rahul, diantaranya Dumai, Bengkalis, Rohil, Siak. Namun ujar dia, akses paling banyak penyelundupan barang-barang ilegal dari luar negeri yaitu di Tembilahan-Indragiri Hilir.

"Bapak Kapolda harus bisa memonitoring sejumlah kabupaten seperti Indragiri Hilir misalnya, saya banyak mendapat aduan dan informasi dari masyarakat, Kota Tembilahan sering dijadikan lokasi nyaman bagi para penyelundup mulai narkoba, barang ilegal bahkan minyak. Anehnya praktik tersebut seakan luput dari pengawasan Polisi. Saya tidak tahu persis apa Kapolresnya memang tutup mata atau memang tidak mengetahui," pungkasnya.***

wwwwww