Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tak Dinafkahi Maell Lee dan Ditawar Rp 5 Juta, Intan Ratna Juwita: Maaf Mending Saya Jualan Es Kelapa Saja
Peristiwa
2 jam yang lalu
Tak Dinafkahi Maell Lee dan Ditawar Rp 5 Juta, Intan Ratna Juwita: Maaf Mending Saya Jualan Es Kelapa Saja
2
Jokowi Kembali Bikin Heboh, Kali Ini Soal Babi Panggang Ambawang
Pemerintahan
23 jam yang lalu
Jokowi Kembali Bikin Heboh, Kali Ini Soal Babi Panggang Ambawang
3
Anis Byarwati Minta Kaum Muda Ikut Kontribusi Atasi Kemiskinan
Politik
22 jam yang lalu
Anis Byarwati Minta Kaum Muda Ikut Kontribusi Atasi Kemiskinan
4
Soal Jokowi dan Babi Panggang, Joman: Pecat Pratikno
Peristiwa
23 jam yang lalu
Soal Jokowi dan Babi Panggang, Joman: Pecat Pratikno
5
Ketua DPP PPP Merasa Aneh saat Rakyat Dilarang Mudik, Tapi WN China Boleh Masuk
Peristiwa
22 jam yang lalu
Ketua DPP PPP Merasa Aneh saat Rakyat Dilarang Mudik, Tapi WN China Boleh Masuk
6
Kembali Tebar Teror, Teroris OPM Tembaki Polsek dan Bakar Rumah Penduduk Ilaga Papua
Hukum
23 jam yang lalu
Kembali Tebar Teror, Teroris OPM Tembaki Polsek dan Bakar Rumah Penduduk Ilaga Papua
Home  /  Berita  /  Olahraga
Indonesia Basketball League (IBL) 2021

Tak Pernah Dibebani, Oei Manfaatkan Sebisa Mungkin

Tak Pernah Dibebani, Oei Manfaatkan Sebisa Mungkin
Rabu, 14 April 2021 20:52 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTAPenggawa Satria Muda Pertamina Jakarta, Laurentius Oei, tak pernah mendapat beban menjadi pencetak poin utama di tim. Namun, Oei sebisa mungkin memanfaatkan setiap kesempatan pada setiap laga di Indonesia Basketball League (IBL) 2021.

Pada fase pertama Indonesia Baskertball League (IBL) Pertamax 2021, Oei tampil cemerlang dengan raihan 9,63 poin per gim. Pebasket berusia 26 tahun itu mencoba mencari celah saat lawan lengah.

“Saya cuma jalani detil kecil saja, ketika ada role bagus, saya coba. Kalau di gim ada yang cover dalam, berarti shooter yang dapat bola,” ujar Oei.

Di fase pertama IBL 2021, lawan Satria Muda Pertamina Jakarta mengawal ketat pergerakan para shooter klub yang bermarkas di Mahaka Arena tersebut. Situasi itu rupanya menguntungkan Oei.

“Di beberapa gim, lawan lebih fokus ke tiga angka. Akhirnya, saya yang dapat bola di bawah ring. Tidak pernah ada target dari pelatih bahwa saya harus mencetak banyak poin, intinya hanya memanfaatkan kesempatan,” tutur Oei. ***

wwwwww