Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tak Dinafkahi Maell Lee dan Ditawar Rp 5 Juta, Intan Ratna Juwita: Maaf Mending Saya Jualan Es Kelapa Saja
Peristiwa
3 jam yang lalu
Tak Dinafkahi Maell Lee dan Ditawar Rp 5 Juta, Intan Ratna Juwita: Maaf Mending Saya Jualan Es Kelapa Saja
2
Jokowi Kembali Bikin Heboh, Kali Ini Soal Babi Panggang Ambawang
Pemerintahan
24 jam yang lalu
Jokowi Kembali Bikin Heboh, Kali Ini Soal Babi Panggang Ambawang
3
Anis Byarwati Minta Kaum Muda Ikut Kontribusi Atasi Kemiskinan
Politik
23 jam yang lalu
Anis Byarwati Minta Kaum Muda Ikut Kontribusi Atasi Kemiskinan
4
Soal Jokowi dan Babi Panggang, Joman: Pecat Pratikno
Peristiwa
24 jam yang lalu
Soal Jokowi dan Babi Panggang, Joman: Pecat Pratikno
5
Ketua DPP PPP Merasa Aneh saat Rakyat Dilarang Mudik, Tapi WN China Boleh Masuk
Peristiwa
23 jam yang lalu
Ketua DPP PPP Merasa Aneh saat Rakyat Dilarang Mudik, Tapi WN China Boleh Masuk
Home  /  Berita  /  Peristiwa

Radikalisme Itu Ada, Tapi Tak Setiap yang Berbeda Itu Radikal

Radikalisme Itu Ada, Tapi Tak Setiap yang Berbeda Itu Radikal
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cholil Nafis. (Foto: Istimewa)
Rabu, 14 April 2021 11:55 WIB
JAKARTA - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cholil Nafis menulis cuitan menohok melalui media sosial.

Cholil tak menampik keberadaan kelompok radikal atau ekstrimis. Namun begitu, Cholil mengingatkan bahwa tidak semua yang berbeda harus dicap radikal.

Isu Radikal Jadi Alasan PT Pelni Batalkan Kajian Ramadan, Padahal Pendakwahnya Ketua MUI
Hal ini disampaikan Cholil melalui akun Twitter @cholilnafis, Selasa (13/4/2021).

"Radikalisme ekstrimis itu ada dan fakta tapi tak setiap yg berbeda itu radikal," tulisnya.

Seperti diketahui, nama Cholil Nafis belakangan ini ramai diperbincangan.

Pasalnya, Cholil dijadwalkan menjadi satu di antara pendakwah yang bakal mengisi pengajian Ramadan oleh PT Pelni.

Namun, acara tersebut dibatalkan karena belum mendapat izin. Tak hanya itu, Komisaris Independen PT Pelni Kristia Budhyarto menyinggung soal radikal.

Pria yang biasa disapa Kang Dede itu bahkan mengungkap bahwa pejabat PT Pelni yang hendak menggelar pengajian itu telah dicopot.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Peristiwa, Pemerintahan, DKI Jakarta
wwwwww