Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
20 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
20 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
20 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
20 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
20 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
19 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Olympic

Minta Masyarakat Tak Berspekulasi Terkait KRI Nanggala 402, Sukamta: Kita Berdoa dan Tunggu Info TNI

Minta Masyarakat Tak Berspekulasi Terkait KRI Nanggala 402, Sukamta: Kita Berdoa dan Tunggu Info TNI
Anggota Komisi I DSPRE RI, Fraksi PKS, Sukamta. (Foto: Istimewa)
Kamis, 22 April 2021 15:06 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Anggota Komisi I DPR RI, Sukamta meminta masyarakat untuk tidak berspekulasi terkait keberadaan kapal selam KRI Nanggala 402 yang hilang kontak pada Rabu (21/4) dini hari. Menurutnya, semua pihak harus bersabar dan menunggu kabar pasti dari TNI.

"Sebaiknya kita tunggu kabar reami dari TNI, kasihan para keluarga dari Anggota TNi yang berada di kapals tersebut. Sebaiknya dihindari spekulasi sepekulasi," kata Sukamta kepada GoNews.co, Kamis (22/4/2021) di Jakarta.

Daripada membuat spekulasi yang belum tentu kebenarannya, Anggota Fraksi PKS itu mengajak semua masyarakat berdoa untuk keselamatan awak KRI Nanggala 402. "Mari kita berdoa untuk keselamatan awak dan kapal selam KRI Nanggala 402. Tidak ada yang tidak mungkin untuk Tuhan memberikan keajaiban kepada hamba-Nya. Apalagi saat ini bulan Ramadan, doa-doa hamba yang beriman di dengar Allah," harap anggota Fraksi PKS DPR RI yang membidangi bidang pertahanan ini.

Sukamta juga menyampaikan bahwa musibah yang minimpa KRI Nanggala-402 ini perlu menjadi evaluasi bersama tentang alutsista Indonesia.

"Terkait dengan tenggelamnya KRI Nanggala-402, bukan bermaksud mendahului penyeledikan mengenai belum ditemukannya kapal selam tersebut namun kami di DPR RI khususnya Komisi I, sangat konsen terhadap pembaharuan, peremajaan alutsista pertahanan Indonesia. Selain untuk menjaga kedaulatan Indonesia, tujuan lainnya ialah agar tidak lagi terjadi kecelakaan-kecelakaan akibat alutsista Indonesia bermasalah sehingga ketika di operasikan menimbulkan korban jiwa," paparnya.

"Terlalu mahal harga nyawa Anggota TNI kita. Apalagi negara berkewajiban melindungi seluruh tumpah darah Indonesia. Jangan mereka menjadi korban akibat kelalaian peremajaan alutsista kita, justru di saat saat latihan," pesan anggota DPR RI asal dapil DI Yogyakarta ini.

Pernyataan Sukamta ini, cukup beralasan. Secara resmi Kapal KRI Nanggala-402 menjadi bagian dari alat utama sistem pertahanan (alutsista) Indonesia sejak tahun 1981. Kapal selam ini merupakan satu dari dua kapal selam tua buatan industri Howaldt Deutsche Werke (HDW), Kiel, Jerman Barat.***

wwwwww