Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tak Dinafkahi Maell Lee dan Ditawar Rp 5 Juta, Intan Ratna Juwita: Maaf Mending Saya Jualan Es Kelapa Saja
Peristiwa
9 jam yang lalu
Tak Dinafkahi Maell Lee dan Ditawar Rp 5 Juta, Intan Ratna Juwita: Maaf Mending Saya Jualan Es Kelapa Saja
2
LaNyalla: Pesantren Punya Peran Besar dalam Memajukan Indonesia
Politik
10 jam yang lalu
LaNyalla: Pesantren Punya Peran Besar dalam Memajukan Indonesia
3
Polisi Kejar Debt Collector yang Hendak Rampas Mobil yang Angkut Orang Sakit
Hukum
16 jam yang lalu
Polisi Kejar Debt Collector yang Hendak Rampas Mobil yang Angkut Orang Sakit
4
Sembilan Debt Collector Penghadang Serda Nurhadi Ditangkap
Peristiwa
9 jam yang lalu
Sembilan Debt Collector Penghadang Serda Nurhadi Ditangkap
5
Al-Aqsa Diserang, Dunia Internasional dan Donatur Diminta Lakukan Ini
Peristiwa
13 jam yang lalu
Al-Aqsa Diserang, Dunia Internasional dan Donatur Diminta Lakukan Ini
6
Penyelidik AS Ungkap Temuan Virus sebagai Model Upaya Perang
Internasional
15 jam yang lalu
Penyelidik AS Ungkap Temuan Virus sebagai Model Upaya Perang
Home  /  Berita  /  Nasional

Semangat Kartini di Tengah Pandemi, Lisda Dorong Pengesahan RUU PKS

Semangat Kartini di Tengah Pandemi, Lisda Dorong Pengesahan RUU PKS
Anggota Komisi VIII DPR RI, Lisda Hendrajoni, satu dari 50 perempuan paling berpengaruh dalam perjuangan melawan pandemi Covid-19 versi Koran Tempo. (foto: ist.)
Kamis, 22 April 2021 14:11 WIB
JAKARTA - Legislator Fraksi Partai NasDem DPR RI (Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia), Lisda Hendrajoni menyatakan, perempuan Indonesia memiliki peran penting di tengah situasi pandemi. Utamanya dalam pencegahan penyebaran Covid-19 mulai dari dalam keluarga.

"Seorang ibu berperan dalam mengawasi anak dalam menjaga kebersihan dan mengingatkan agar terus menjalankan protokol kesehatan saat berada di luar rumah. Dan Seorang Ibu memiliki kemungkinan terpapar lebih banyak, yang berasal dari penularan melalui carrier," ujar Lisda tertulis, sebagaimana dikutip GoNEWS.co, Kamis (22/4/2021).

Lebih jauh, pandemi jelas telah berdampak pada berbagai sektor kehidupan. Dan di tengah pentingnya peran perempuan serta resiko yang dihadapi perempuan, Lisda berharap ada realisasi perlindungan yang lebih spesifik untuk perempuan Indonesia. Menurutnya, UU PKS (Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual) menjadi salah satu hal yang harus disahkan, RUU itu kini masuk dalam Prolegnas Prioritas di DPR.

"Berdasarkan data kami, kasus kekerasan terhadap perempuan bahkan di masa Pandemi Covid-19 terus meningkat. Dikarenakan faktor ekonomi masyarakat dan tingkat stres dalam keluarga yang cukup tinggi. Untuk itu kita sama-sama mendoakan dan terus berjuang agar RUU Penghapusan Kekerasan Seksual dapat terealisasi dan disahkan menjadi Undang-Undang. Saat ini, kami di Komisi VIII terus membahas ini dalam sejumlah rapat koordinasi," ungkap Lisda.

Hal tersebut disampaikan Lisda di suasana peringatan Hari Kartini, dimana Ia juga dinobatkan sebagai bagian dari 50 perempuan paling berpengaruh dalam perjuangan melawan pandemi Covid-19 versi Koran Tempo.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, DPR RI, Nasional
wwwwww