Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
21 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
21 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
21 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
21 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
22 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
21 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Nasional

Semangat Kartini di Tengah Pandemi, Lisda Dorong Pengesahan RUU PKS

Semangat Kartini di Tengah Pandemi, Lisda Dorong Pengesahan RUU PKS
Anggota Komisi VIII DPR RI, Lisda Hendrajoni, satu dari 50 perempuan paling berpengaruh dalam perjuangan melawan pandemi Covid-19 versi Koran Tempo. (foto: ist.)
Kamis, 22 April 2021 14:11 WIB
JAKARTA - Legislator Fraksi Partai NasDem DPR RI (Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia), Lisda Hendrajoni menyatakan, perempuan Indonesia memiliki peran penting di tengah situasi pandemi. Utamanya dalam pencegahan penyebaran Covid-19 mulai dari dalam keluarga.

"Seorang ibu berperan dalam mengawasi anak dalam menjaga kebersihan dan mengingatkan agar terus menjalankan protokol kesehatan saat berada di luar rumah. Dan Seorang Ibu memiliki kemungkinan terpapar lebih banyak, yang berasal dari penularan melalui carrier," ujar Lisda tertulis, sebagaimana dikutip GoNEWS.co, Kamis (22/4/2021).

Lebih jauh, pandemi jelas telah berdampak pada berbagai sektor kehidupan. Dan di tengah pentingnya peran perempuan serta resiko yang dihadapi perempuan, Lisda berharap ada realisasi perlindungan yang lebih spesifik untuk perempuan Indonesia. Menurutnya, UU PKS (Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual) menjadi salah satu hal yang harus disahkan, RUU itu kini masuk dalam Prolegnas Prioritas di DPR.

"Berdasarkan data kami, kasus kekerasan terhadap perempuan bahkan di masa Pandemi Covid-19 terus meningkat. Dikarenakan faktor ekonomi masyarakat dan tingkat stres dalam keluarga yang cukup tinggi. Untuk itu kita sama-sama mendoakan dan terus berjuang agar RUU Penghapusan Kekerasan Seksual dapat terealisasi dan disahkan menjadi Undang-Undang. Saat ini, kami di Komisi VIII terus membahas ini dalam sejumlah rapat koordinasi," ungkap Lisda.

Hal tersebut disampaikan Lisda di suasana peringatan Hari Kartini, dimana Ia juga dinobatkan sebagai bagian dari 50 perempuan paling berpengaruh dalam perjuangan melawan pandemi Covid-19 versi Koran Tempo.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Kriminal, Nasional
wwwwww