Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Madura United Tampil dengan Jersey Berbeda
Sepakbola
22 jam yang lalu
Madura United Tampil dengan Jersey Berbeda
2
Pemain PSM Diminta Jaga Kebugaran Selama Libur
Sepakbola
22 jam yang lalu
3
Viral Anak Ditulis Pembantu dalam KK, Ini Penjelasan Dukcapil
Pemerintahan
17 jam yang lalu
Viral Anak Ditulis Pembantu dalam KK, Ini Penjelasan Dukcapil
4
Ada Celah Nih! Ombudsman RI Minta Kepala Daerah Awasi Pembayaran THR
Umum
16 jam yang lalu
Ada Celah Nih! Ombudsman RI Minta Kepala Daerah Awasi Pembayaran THR
5
HMI-MPO Cabang Bogor Tuntut Usut Tuntas Mafia Covid-19
Hukum
8 jam yang lalu
HMI-MPO Cabang Bogor Tuntut Usut Tuntas Mafia Covid-19
6
Joko Susilo Berburu Tiga Pemain Asing
Sepakbola
15 jam yang lalu
Joko Susilo Berburu Tiga Pemain Asing
Home  /  Berita  /  Nasional

Pemerintah Ajak Masyarakat Waspadai Gelombang Baru Pandemi

Pemerintah Ajak Masyarakat Waspadai Gelombang Baru Pandemi
Menlu RI, Retno Marsudi dalam jumpa pers penerimaan batch kedua vaksin AstraZeneca gratis dari Covax di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin (26/4/2021) malam. (gambar: tangkapan layar video setpres)
Selasa, 27 April 2021 07:21 WIB
JAKARTA - Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Retno Marsudi, menyatakan pentingnya mencermati dan belajar dari perkembangan Covid-19 di dunia. Terutama terkait dengan munculnya gelombang baru di sejumlah negara di dunia.

"Kita harus bekerja, mencegah, agar kejadian serupa tidak terjadi di Indonesia," kata Retno dalam jumpa pers penerimaan batch kedua vaksin AstraZeneca gratis dari Covax di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin (26/4/2021) malam.

Pencegahan dilakukan dengan terus menerapkan protokol kesehatan. Retno menegaskan, "Perang melawan Covid-19 masih jauh dari selesai,".

Indonesia, kata Retno, prihatin menyaksikan gelombang baru di banyak negara di dunia serta ditemukannya varian-varian baru di beberapa negara. Pasokan vaksin ke banyak negara juga melambat.

"Siang dan malam kita melakukan diplomasi agar kebutuhan vaksin kita tercukupi," kata Retno.

Diberitakan sebelumnya, negara-negara di dunia termasuk Indonesia, secara bersama-sama dengan Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization) menyerukan perjanjian internasional sebagai respons siaga atas potensi munculnya pandemi baru pasca Covid-19 di masa datang.

Mengutip siaran UN (United Nations) alias PBB (Persatuan Bangsa-Bangsa) dalam situs resmi mereka, para penandatangan perjanjian mengatakan bahwa pandemi virus corona telah menjadi pengingat yang tajam dan menyakitkan bahwa, "Tidak ada yang aman sampai semua orang aman" dan bahwa "Akan ada pandemi lain dan keadaan darurat kesehatan utama lainnya,".

"Pertanyaannya bukan jika, tapi kapan. Bersama-sama, kita harus lebih siap untuk memprediksi, mencegah, mendeteksi, menilai, dan merespons pandemi secara efektif dengan cara yang sangat terkoordinasi," kata mereka sebagaimana dikutip GoNEWS.co, Rabu (31/3/2021) lalu.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Kesehatan, Nasional
wwwwww