Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
11 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
11 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
22 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
11 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
11 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
6
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
21 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Home  /  Berita  /  Ekonomi

Kejar Ekspor, Indonesia Benahi Data Produk Halal Lokal

Kejar Ekspor, Indonesia Benahi Data Produk Halal Lokal
Wapres Ma'ruf Amin (kanan) bersama jajaran pimpinan KNEKS di kediaman Wapres, Jakarta, Senin (26/04/2021). (foto: ist./setwapres/antaranews.com)
Selasa, 27 April 2021 14:42 WIB
JAKARTA - Wakil Presiden RI, Ma'ruf Amin mengungkapkan, tantangan besar bagi Indonesia untuk bisa menjadi produsen produk halal terbesar di dunia saat ini ialah pendataan produk-produk halal dalam negeri. Ini terlihat dari kendala pada proses sertifikasi halal dan identifikasi jenis produk halal.

"Kodifikasi dan pencatatan ekspor produk halal Indonesia harus tuntas, sehingga Indonesia dapat tercatat sebagai negara pengekspor produk halal terbesar. Jadi bagaimana supaya ada gerakan-gerakan yang agresif," kata Wapres Ma'ruf Amin saat memberikan arahan kepada jajaran KNEKS (Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah) di Jakarta, Senin (26/4/2021), sebagaimana dikutip GoNEWS.co, Selasa.

Ada banyak jenis produk yang berpeluang untuk dikembangkan di industri halal dalam negeri, seperti makanan, minuman, obat-obatan, kosmetik dan fesyen. Untuk itu, diperlukan sistem pendataan yang baik sehingga dapat meningkatkan ekspor produk halal.

Strategi agresif dan perbaikan sistem pendataan tersebut, kata Maruf, merupakan beberapa upaya yang dilakukan Pemerintah untuk dapat mewujudkan cita-cita Indonesia menjadi produsen halal terbesar di dunia pada 2024.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Direktur Eksekutif KNEKS, Ventje Rahardjo, Direktur Jasa Keuangan Syariah KNEKS, Taufik Hidayat, Direktur Keuangan Sosial Syariah KNEKS, Ahmad Juwaini, Direktur Bisnis dan Kewirausahaan Syariah KNEKS, Putu Rahwidhiyasa, Direktur Industri Produk Halal KNEKS, Afdhal Aliasar serta Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah KNEKS, Sutan Emir Hidayat.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Nasional, Ekonomi
wwwwww