Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tak Dinafkahi Maell Lee dan Ditawar Rp 5 Juta, Intan Ratna Juwita: Maaf Mending Saya Jualan Es Kelapa Saja
Peristiwa
3 jam yang lalu
Tak Dinafkahi Maell Lee dan Ditawar Rp 5 Juta, Intan Ratna Juwita: Maaf Mending Saya Jualan Es Kelapa Saja
2
Anis Byarwati Minta Kaum Muda Ikut Kontribusi Atasi Kemiskinan
Politik
23 jam yang lalu
Anis Byarwati Minta Kaum Muda Ikut Kontribusi Atasi Kemiskinan
3
Ketua DPP PPP Merasa Aneh saat Rakyat Dilarang Mudik, Tapi WN China Boleh Masuk
Peristiwa
23 jam yang lalu
Ketua DPP PPP Merasa Aneh saat Rakyat Dilarang Mudik, Tapi WN China Boleh Masuk
4
Kisah Penjual Prangko Kembalikan Duit Rp 16,4 Juta yang Ia Temukan di Depan Kantor Pos
Peristiwa
24 jam yang lalu
Kisah Penjual Prangko Kembalikan Duit Rp 16,4 Juta yang Ia Temukan di Depan Kantor Pos
5
Hari Ini, Puan Akan Tinjau Larangan Mudik di Tiga Provinsi Sekaligus
Politik
21 jam yang lalu
Hari Ini, Puan Akan Tinjau Larangan Mudik di Tiga Provinsi Sekaligus
6
Gandeng Kidzania Jakarta, Mitsubishi Konsisten Edukasi Otomotif untuk Anak-anak
Ekonomi
23 jam yang lalu
Gandeng Kidzania Jakarta, Mitsubishi Konsisten Edukasi Otomotif untuk Anak-anak
Home  /  Berita  /  Ekonomi

Kejar Ekspor, Indonesia Benahi Data Produk Halal Lokal

Kejar Ekspor, Indonesia Benahi Data Produk Halal Lokal
Wapres Ma'ruf Amin (kanan) bersama jajaran pimpinan KNEKS di kediaman Wapres, Jakarta, Senin (26/04/2021). (foto: ist./setwapres/antaranews.com)
Selasa, 27 April 2021 14:42 WIB
JAKARTA - Wakil Presiden RI, Ma'ruf Amin mengungkapkan, tantangan besar bagi Indonesia untuk bisa menjadi produsen produk halal terbesar di dunia saat ini ialah pendataan produk-produk halal dalam negeri. Ini terlihat dari kendala pada proses sertifikasi halal dan identifikasi jenis produk halal.

"Kodifikasi dan pencatatan ekspor produk halal Indonesia harus tuntas, sehingga Indonesia dapat tercatat sebagai negara pengekspor produk halal terbesar. Jadi bagaimana supaya ada gerakan-gerakan yang agresif," kata Wapres Ma'ruf Amin saat memberikan arahan kepada jajaran KNEKS (Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah) di Jakarta, Senin (26/4/2021), sebagaimana dikutip GoNEWS.co, Selasa.

Ada banyak jenis produk yang berpeluang untuk dikembangkan di industri halal dalam negeri, seperti makanan, minuman, obat-obatan, kosmetik dan fesyen. Untuk itu, diperlukan sistem pendataan yang baik sehingga dapat meningkatkan ekspor produk halal.

Strategi agresif dan perbaikan sistem pendataan tersebut, kata Maruf, merupakan beberapa upaya yang dilakukan Pemerintah untuk dapat mewujudkan cita-cita Indonesia menjadi produsen halal terbesar di dunia pada 2024.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Direktur Eksekutif KNEKS, Ventje Rahardjo, Direktur Jasa Keuangan Syariah KNEKS, Taufik Hidayat, Direktur Keuangan Sosial Syariah KNEKS, Ahmad Juwaini, Direktur Bisnis dan Kewirausahaan Syariah KNEKS, Putu Rahwidhiyasa, Direktur Industri Produk Halal KNEKS, Afdhal Aliasar serta Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah KNEKS, Sutan Emir Hidayat.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Nasional, Ekonomi
wwwwww