Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Madura United Tampil dengan Jersey Berbeda
Sepakbola
22 jam yang lalu
Madura United Tampil dengan Jersey Berbeda
2
Pemain PSM Diminta Jaga Kebugaran Selama Libur
Sepakbola
22 jam yang lalu
3
Viral Anak Ditulis Pembantu dalam KK, Ini Penjelasan Dukcapil
Pemerintahan
17 jam yang lalu
Viral Anak Ditulis Pembantu dalam KK, Ini Penjelasan Dukcapil
4
Ada Celah Nih! Ombudsman RI Minta Kepala Daerah Awasi Pembayaran THR
Umum
17 jam yang lalu
Ada Celah Nih! Ombudsman RI Minta Kepala Daerah Awasi Pembayaran THR
5
HMI-MPO Cabang Bogor Tuntut Usut Tuntas Mafia Covid-19
Hukum
8 jam yang lalu
HMI-MPO Cabang Bogor Tuntut Usut Tuntas Mafia Covid-19
6
Joko Susilo Berburu Tiga Pemain Asing
Sepakbola
15 jam yang lalu
Joko Susilo Berburu Tiga Pemain Asing
Home  /  Berita  /  Peristiwa

Pertemuan PKS dan PDIP, Anis Byarwati: Oposisi Bukan Berarti Tak Bisa Berdialog

Pertemuan PKS dan PDIP, Anis Byarwati: Oposisi Bukan Berarti Tak Bisa Berdialog
Silaturahmi PKS dan PDIP. (Foto: Istimewa)
Rabu, 28 April 2021 16:52 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Petinggi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) telah bersilaturahmi ke Kantor DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Selasa 27 April 2021.

Pertemuan itu merupakan rangkaian silaturahmi Kebangsaan yang dilakukan PKS dengan berbagai elemen bangsa. Sebelumnya, PKS telah bersilaturahmi dengan PPP dan Partai Demokrat.

Anggota Komisi XI DPR dari Fraksi PKS, Anis Byarwati turut serta dalam rombongan DPP PKS. Anis mengatakan secara khusus silaturahmi bermakna sikap politik yang berbeda antara dua partai ini, PDIP yang ada di dalam pemerintahan dan PKS yang meneguhkan diri sebagai oposisi, bukan berarti tidak bisa berdialog.

"PKS dan PDIP berbeda sikap politik. PDIP adalah partai pengusung pemerintah, dan PKS mengambil sikap sebagai partai penyeimbang. Kami menyambangi teman-teman PDIP di bulan Ramadan ini untuk menunjukkan bahwa perbedaan sikap politik ini tidak berarti bahwa PKS tidak bisa berdialog dengan PDIP," ujar Anis dalam keterangan tertulisnya, Rabu (28/4/2021).

PKS menyampaikan pokok-pokok pikirannya mengenai dampak serius pandemi Covid-19 bagi kesejahteraan masyarakat, khususnya para pekerja, pelaku UMKM, dan masyarakat miskin. Kata Anis, ini momentum bagi negara agar hadir untuk meringankan beban rakyat

PKS juga mengusulkan agar pemerintah memberikan keringanan pajak bagi masyarakat menengah-bawah yang merupakan kelompok yang paling besar terdampak pandemi secara ekonomi, khususnya bagi pekerja, buruh, dan karyawan. Insentif pajak yang merupakan usulan PKS ini berupa pembebasan pajak STNK roda dua dan pembebasan pajak penghasilan (PPh) untuk masyarakat berpenghasilan kurang dari Rp8 Juta per bulan.

"Kedua insentif pajak ini sangat tepat sasaran karena memiliki target kelompok masyarakat berpenghasilan menengah kebawah yang menopang konsumsi masyarakat," ujar Anis.

Pada silaturahim yang digelar di Kantor DPP PDIP ini, Rombongan PKS dipimpin Sekretaris Jenderal PKS Habib Aboe Bakar Alhabsyi, didampingi Ketua Fraksi PKS DPR Jazuli Juwaini, Ketua DPP Bidang Teknologi Informasi dan Lingkungan Hidup Mardani Ali Sera, Ketua DPP Bidang Ekonomi dan Keuangan Anis Byarwati, Ketua DPP Bidang Luar Negeri Sukamta, Ketua DPP Bidang Seni Budaya Ecky Awal Muharram, Ketua DPP Bidang Penguatan Jaringan Ekonomi Rofiq Hananto dan Wakil Sekretaris Jenderal Hubungan Antar Lembaga Moh Rozaq Asyhari.

Sedangkan DPP PDIP dipimpin oleh Sekretaris Jenderal Hasto Kristiyanto, didampingi Wakil Bendahara Rudianto Tjen, serta Wakil Sekjen yang juga Ketua Fraksi PDIP di DPR Utut Adianto. Turut mendampingi Hasto, yakni jajaran Ketua DPP PDIP seperti Ahmad Basarah, Wiryanti Sukamdani, Hamka Haq, I Made Urip, Sukur Nababan. Selain itu, hadir Ketua Komisi IV DPR Sudin, Wakil Ketua Komisi VIII DPR Diah Pitaloka, Wakil Ketua Komisi X DPR Agustina Wilujeng.***

wwwwww