Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tak Dinafkahi Maell Lee dan Ditawar Rp 5 Juta, Intan Ratna Juwita: Maaf Mending Saya Jualan Es Kelapa Saja
Peristiwa
2 jam yang lalu
Tak Dinafkahi Maell Lee dan Ditawar Rp 5 Juta, Intan Ratna Juwita: Maaf Mending Saya Jualan Es Kelapa Saja
2
Jokowi Kembali Bikin Heboh, Kali Ini Soal Babi Panggang Ambawang
Pemerintahan
23 jam yang lalu
Jokowi Kembali Bikin Heboh, Kali Ini Soal Babi Panggang Ambawang
3
Anis Byarwati Minta Kaum Muda Ikut Kontribusi Atasi Kemiskinan
Politik
22 jam yang lalu
Anis Byarwati Minta Kaum Muda Ikut Kontribusi Atasi Kemiskinan
4
Soal Jokowi dan Babi Panggang, Joman: Pecat Pratikno
Peristiwa
23 jam yang lalu
Soal Jokowi dan Babi Panggang, Joman: Pecat Pratikno
5
Ketua DPP PPP Merasa Aneh saat Rakyat Dilarang Mudik, Tapi WN China Boleh Masuk
Peristiwa
22 jam yang lalu
Ketua DPP PPP Merasa Aneh saat Rakyat Dilarang Mudik, Tapi WN China Boleh Masuk
6
Kembali Tebar Teror, Teroris OPM Tembaki Polsek dan Bakar Rumah Penduduk Ilaga Papua
Hukum
24 jam yang lalu
Kembali Tebar Teror, Teroris OPM Tembaki Polsek dan Bakar Rumah Penduduk Ilaga Papua
Home  /  Berita  /  Politik

Selain Ruang Kerja di DPR RI dan Rumah Dinas, KPK juga Geledah Rumah Pribadi Azis Syamsuddin

Selain Ruang Kerja di DPR RI dan Rumah Dinas, KPK juga Geledah Rumah Pribadi Azis Syamsuddin
KPK saat menggeledah ruang kerja Azis Syamsuddin di DPR dan Rumah Dinas. (Kolase GoNews)
Rabu, 28 April 2021 21:48 WIB
JAKARTA - Bukan hanya menggeledah kantor kerja di Gedung DPR RI dan rumah dinas, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga menggeledah rumah kediaman pribadi Wakil Ketua DPR RI, Azis Syamsuddin.

Hal itu disampaikan oleh Ketua KPK, Firli Bahuri atas kegiatan penyidik yang masih berlangsung pada Rabu malam ini (28/4/2021).

"Kami sampaikan bahwa KPK akan terus bekerja kerja dan kerja untuk mencari keterangan dan bukti. Hari ini tim penyidik KPK geledah di berbagai lokasi ruang kerja di DPR RI, rumah dinas dan rumah pribadi," ujar Firli kepada wartawan, Rabu malam (28/4/2021).

Firli menjelaskan, KPK akan bekerja keras untuk mencari bukti-bukti dan seseorang dapat menjadi tersangka karena perbuatannya atau keadaannya berdasarkan bukti permulaan yang cukup dan kecukupan alat bukti, bukan pendapat, bukan persepsi maupun bukan asumsi, apalagi halusinasi.

"Kita akan dalami dan pelajari, telaah keterangan para saksi dan bukti-bukti lainnya untuk membuat terangnya suatu peristiwa, perbuatan dan siapa pelakunya. Sekali lagi semua tindakan untuk menduga seseorang sebagai tersangka beralaskan kecukupan bukti. KPK tidak akan pandang bulu dalam bertindak, karena itu prinsip kerja kami," pungkas Firli.

Hingga satu jam lebih penyidik masih melakukan penggeledahan di rumah dinas Azis di Jalan Denpasar Raya C3/3, Kuningan, Jakarta Selatan.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Rmol.id
Kategori:DKI Jakarta, Politik, Hukum, Peristiwa
wwwwww