Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Madura United Tampil dengan Jersey Berbeda
Sepakbola
21 jam yang lalu
Madura United Tampil dengan Jersey Berbeda
2
Pemain PSM Diminta Jaga Kebugaran Selama Libur
Sepakbola
21 jam yang lalu
3
Viral Anak Ditulis Pembantu dalam KK, Ini Penjelasan Dukcapil
Pemerintahan
17 jam yang lalu
Viral Anak Ditulis Pembantu dalam KK, Ini Penjelasan Dukcapil
4
Ada Celah Nih! Ombudsman RI Minta Kepala Daerah Awasi Pembayaran THR
Umum
16 jam yang lalu
Ada Celah Nih! Ombudsman RI Minta Kepala Daerah Awasi Pembayaran THR
5
HMI-MPO Cabang Bogor Tuntut Usut Tuntas Mafia Covid-19
Hukum
7 jam yang lalu
HMI-MPO Cabang Bogor Tuntut Usut Tuntas Mafia Covid-19
6
Joko Susilo Berburu Tiga Pemain Asing
Sepakbola
15 jam yang lalu
Joko Susilo Berburu Tiga Pemain Asing
Home  /  Berita  /  Olahraga

The 5th ISMINA Unnes Diharapkan Rumuskan Saran untuk Kemajuan Olahraga Indonesia

The 5th ISMINA Unnes Diharapkan Rumuskan Saran untuk Kemajuan Olahraga Indonesia
Menpora Zainudin Amali. (foto:kemenpora.org)
Rabu, 28 April 2021 18:23 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - The 5th Internasional Conference on Physical Education, Sport, and Health (ISMINA) yang digelar Universitas Negeri Semarang (Unnes) diharapkan dapat berbagi pengalaman dan pengetahuan dalam merumuskan saran berharga bagi olahraga global di era pasca pandemi.

"Saya berharap para sivitas akademika olahraga Indonesia yang hadir dalam acara ini dapat berbagi pengalaman, memberikan masukan kepada pemerintah agar olahraga di Indonesia dapat segera bangkit kembali di era pasca pandemi," kata Menpora Zainudin Amali dalam sambutan secara virtual di Sitroom Kemenpora, Jakarta, Selasa (28/4/2021).

Di tahun 2020, kata Amali, olahraga di Indonesia juga terkena dampak dari pandemi Covid-19. Penundaan beberapa kejuaraan nasional seperti Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Papua yang semula dijadwalkan digelar pada tahun 2020 menjadi tahun 2021 dan beberapa kejuaraan internasional seperti Olimpiade Tokyo dari 2020 menjadi 2021.

Program dan kesiapan atlet untuk mencapai puncak performa mereka pada kejuaraan tahun 2020 dipaksa dijadwalkan ulang untuk program latihan agar bisa terus berlatih. Jadi, tingkat kebugaran mereka tetap terjaga selama kebijakan tinggal di rumah.

"Industri olahraga juga terkena dampak dari situasi pandemi ini. kejuaraan sepakbola, voli, basket, dan bulutangkis dipaksa berhenti, pemain dan penyelenggara pertandingan kehilangan pendapatan mereka," urai Amali.

Pada awal tahun 2020 kebijakan Kemenpora diarahkan untuk mendukung upaya penanganan dan pemulihan kondisi pandemi. Beberapa langkah yang telah dilakukan antara lain meningkatkan partisipasi pemuda dalam kegiatan olahraga untuk meningkatkan kekebalan tubuh, mempertahankan upaya berkelanjutan untuk meningkatkan prestasi olahraga di tingkat regional dan internasional serta melakukan beberapa penyesuaian dengan agenda latihan nasional.

Kemenpora telah menetapkan tahun 2021 sebagai waktu yang tepat untuk memulihkan dan menghidupkan kembali olahraga. Beberapa hal yang dapat dijadikan alasan kebijakan ini adalah penyebaran virus Corona secara global sudah terjadi secara sistematis. Semua pelatih atlhlet nasional dan provinsi serta ofisial dan pemangku kepentingan olahraga di seluruh Indonesia telah menerima vaksin.

"Selanjutnya sejak September 2020, Kemenpora telah mulai menyusun grand design olahraga nasional dan siap dilaksanakan pada tahun 2021. Oleh karena itu, pada tahun 2021 telah diadakan beberapa kompetisi baik online maupun offline dengan protokol kesehatan yang ketat, termasuk membatasi kehadiran penonton di dalam stadion," lanjut Menpora.

Pada peringatan Haornas 2020 Menpora juga telah mencanangkan pengembangan olahraga Indonesia saat ini difokuskan pada ilmu keolahragaan, industri olah raga dan sport tourism. Ketiga fokus ini akan menjadi bidang pekerjaan prioritas utama.

Sejak Maret 2021 Indonesia mulai mengadakan kompetisi sepak bola dengan menerapkan protokol kesehatan dan pembatasan penonton secara ketat. Selain pemain sepak bola, hanya tim resmi dan ofisial macth yang diperbolehkan masuk ke dalam stadion.

"Pemerintah pusat dan provinsi juga telah memutuskan untuk menyelenggarakan kejuaraan multievent empat tahunan yaitu PON pada Oktober 2021. Semua persiapan sudah dilakukan dan saya berharap semua kegiatan dan perlombaan olahraga bisa segera kembali," harap Amali pada Webinar yang diikuti beberapa pimpinan organisasi olahraga Asia Tenggara ini. ***

wwwwww