Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
18 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
2
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
17 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
3
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
20 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
4
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
20 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
5
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
Basket
22 jam yang lalu
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
6
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
DKI Jakarta
18 jam yang lalu
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
Home  /  Berita  /  Nasional

Banyak dari Pekerja Indonesia Memilih Kerja Jarak Jauh

Banyak dari Pekerja Indonesia Memilih Kerja Jarak Jauh
Ilustrasi gedung perkantoran di Ibukota DKI Jakarta. (foto: www.gonews.co/zul)
Jum'at, 30 April 2021 18:32 WIB
JAKARTA - Survey Microsoft Corp menyebut, 83 persen pekerja di Indonesia menginginkan model kerja jarak jauh karena lebih fleksibel. 49 persen dari pekerja Indonesia juga disebut mempertimbangkan untuk meninggalkan pekerjaan dalam tahun ini karena memilih model kerja jarak jauh.

Survey tersebut juga menyebut bahwa 72 persen pemimpin bisnis di Indonesia akhirnya berencana mendesain ulang kantor mereka untuk mendukung model kerja hibrida (sebagian pekerja bekerja di kantor sebagian lain bekerja dari jarak jauh).

Presiden Direktur Microsoft Indonesia, Haris Izmee dalam siaran pers di Jakarta, Jumat (30/4/2021) mengungkapkan, Microsoft telah mengidentifikasi beberapa strategi bagi para pemimpin bisnis untuk mulai melakukan perubahan, yaitu perlunya perencanaan untuk memberdayakan orang dengan fleksibilitas tinggi, mengatasi kelelahan digital, menata ulang ruang dan teknologi guna menjembatani dunia fisik dan digital, serta membangun kembali aspek sosial dan budaya.

"Kami terus berinovasi dan mendampingi orang-orang dalam perjalanan transformasi digital mereka. Contohnya, dengan menghadirkan fitur-fitur baru di Microsoft Teams, serta memperkenalkan platform pengalaman karyawan baru, Microsoft Viva," kata Haris sebagaimana dikutip GoNEWS.co.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Badminton, Nasional, PON
wwwwww