Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
9 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
2
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
9 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
3
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
7 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
4
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
Basket
11 jam yang lalu
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
5
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
6 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
6
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
Sepakbola
6 jam yang lalu
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
Home  /  Berita  /  SEA Games

Bisnis Menggiurkan, Total Belanja Vaksin Covid-19 Dunia Capai Rp2.263,7 Triliun

Bisnis Menggiurkan, Total Belanja Vaksin Covid-19 Dunia Capai Rp2.263,7 Triliun
Ilustrasi pengiriman vaksin Covid. (Foto: Kompas)
Jum'at, 30 April 2021 16:46 WIB
JAKARTA - Total pengeluaran global untuk vaksin Covid-19 diproyeksikan mencapai US$157 miliar (sekitar Rp2.263,7 triliun) hingga tahun 2025.

Hal ini berdasarkan laporan perusahaan data kesehatan Amerika Serikat IQVIA Holdings Inc. Proyeksi berdasarkan program vaksinasi massal negara-negara dunia yang sedang berlangsung, dan akan diulangi setiap dua tahun sebagai penguat imun.

Kampanye vaksinasi besar-besaran sedang berlangsung di seluruh dunia dan pembelanjaan vaksin pada tahun ini diprediksi berada di angka US$54 miliar atau sekitar Rp778,7 triliun.

Pengeluaran negara-negara dunia untuk membeli vaksin Covid-19 baru akan menurun menjadi US$11 miliar atau sekitar Rp158,6 triliun pada 2025, karena persaingan produsen vaksin.

"Sementara vaksin Covid-19 akan menelan biaya 157 miliar dolar AS selama lima tahun ke depan. Itu adalah harga yang sangat kecil untuk dibayar dibandingkan dengan hilangnya nyawa manusia akibat pandemi," ujar wakil presiden senior IQVIA Murray Aitken.

Suntikan booster atau penguat kemungkinan akan mengikuti vaksinasi awal setiap dua tahun, berdasarkan data terkini tentang durasi efek vaksin.

Sementara itu, jika biaya untuk obat yang diresepkan bagi pasien Covid-19 juga ikut dihitung, maka dunia menghabiskan sekitar Rp100.947,3 triliun dalam periode 6 tahun ke depan.

Jika dibandingkan dengan kondisi tanpa pandemi, pengeluaran obat secara keseluruhan diperkirakan lebih rendah US$68 miliar (sekitar Rp980,6 triliun) selama 2020 hingga 2025.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Badminton, SEA Games, Ekonomi, Olympic, DKI Jakarta
wwwwww