Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tak Dinafkahi Maell Lee dan Ditawar Rp 5 Juta, Intan Ratna Juwita: Maaf Mending Saya Jualan Es Kelapa Saja
Peristiwa
2 jam yang lalu
Tak Dinafkahi Maell Lee dan Ditawar Rp 5 Juta, Intan Ratna Juwita: Maaf Mending Saya Jualan Es Kelapa Saja
2
Jokowi Kembali Bikin Heboh, Kali Ini Soal Babi Panggang Ambawang
Pemerintahan
23 jam yang lalu
Jokowi Kembali Bikin Heboh, Kali Ini Soal Babi Panggang Ambawang
3
Anis Byarwati Minta Kaum Muda Ikut Kontribusi Atasi Kemiskinan
Politik
22 jam yang lalu
Anis Byarwati Minta Kaum Muda Ikut Kontribusi Atasi Kemiskinan
4
Soal Jokowi dan Babi Panggang, Joman: Pecat Pratikno
Peristiwa
23 jam yang lalu
Soal Jokowi dan Babi Panggang, Joman: Pecat Pratikno
5
Ketua DPP PPP Merasa Aneh saat Rakyat Dilarang Mudik, Tapi WN China Boleh Masuk
Peristiwa
22 jam yang lalu
Ketua DPP PPP Merasa Aneh saat Rakyat Dilarang Mudik, Tapi WN China Boleh Masuk
6
Kembali Tebar Teror, Teroris OPM Tembaki Polsek dan Bakar Rumah Penduduk Ilaga Papua
Hukum
23 jam yang lalu
Kembali Tebar Teror, Teroris OPM Tembaki Polsek dan Bakar Rumah Penduduk Ilaga Papua
Home  /  Berita  /  Kesehatan

Bisnis Menggiurkan, Total Belanja Vaksin Covid-19 Dunia Capai Rp2.263,7 Triliun

Bisnis Menggiurkan, Total Belanja Vaksin Covid-19 Dunia Capai Rp2.263,7 Triliun
Ilustrasi pengiriman vaksin Covid. (Foto: Kompas)
Jum'at, 30 April 2021 16:46 WIB
JAKARTA - Total pengeluaran global untuk vaksin Covid-19 diproyeksikan mencapai US$157 miliar (sekitar Rp2.263,7 triliun) hingga tahun 2025.

Hal ini berdasarkan laporan perusahaan data kesehatan Amerika Serikat IQVIA Holdings Inc. Proyeksi berdasarkan program vaksinasi massal negara-negara dunia yang sedang berlangsung, dan akan diulangi setiap dua tahun sebagai penguat imun.

Kampanye vaksinasi besar-besaran sedang berlangsung di seluruh dunia dan pembelanjaan vaksin pada tahun ini diprediksi berada di angka US$54 miliar atau sekitar Rp778,7 triliun.

Pengeluaran negara-negara dunia untuk membeli vaksin Covid-19 baru akan menurun menjadi US$11 miliar atau sekitar Rp158,6 triliun pada 2025, karena persaingan produsen vaksin.

"Sementara vaksin Covid-19 akan menelan biaya 157 miliar dolar AS selama lima tahun ke depan. Itu adalah harga yang sangat kecil untuk dibayar dibandingkan dengan hilangnya nyawa manusia akibat pandemi," ujar wakil presiden senior IQVIA Murray Aitken.

Suntikan booster atau penguat kemungkinan akan mengikuti vaksinasi awal setiap dua tahun, berdasarkan data terkini tentang durasi efek vaksin.

Sementara itu, jika biaya untuk obat yang diresepkan bagi pasien Covid-19 juga ikut dihitung, maka dunia menghabiskan sekitar Rp100.947,3 triliun dalam periode 6 tahun ke depan.

Jika dibandingkan dengan kondisi tanpa pandemi, pengeluaran obat secara keseluruhan diperkirakan lebih rendah US$68 miliar (sekitar Rp980,6 triliun) selama 2020 hingga 2025.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:GoNews Group, Kesehatan, Ekonomi, Peristiwa, DKI Jakarta
wwwwww