Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Madura United Tampil dengan Jersey Berbeda
Sepakbola
23 jam yang lalu
Madura United Tampil dengan Jersey Berbeda
2
Pemain PSM Diminta Jaga Kebugaran Selama Libur
Sepakbola
22 jam yang lalu
3
Viral Anak Ditulis Pembantu dalam KK, Ini Penjelasan Dukcapil
Pemerintahan
18 jam yang lalu
Viral Anak Ditulis Pembantu dalam KK, Ini Penjelasan Dukcapil
4
HMI-MPO Cabang Bogor Tuntut Usut Tuntas Mafia Covid-19
Hukum
9 jam yang lalu
HMI-MPO Cabang Bogor Tuntut Usut Tuntas Mafia Covid-19
5
Ada Celah Nih! Ombudsman RI Minta Kepala Daerah Awasi Pembayaran THR
Umum
17 jam yang lalu
Ada Celah Nih! Ombudsman RI Minta Kepala Daerah Awasi Pembayaran THR
6
Tren Elektabilitas PD dan AHY Konsisten Naik Pada Tiga Survei Nasional
Politik
8 jam yang lalu
Tren Elektabilitas PD dan AHY Konsisten Naik Pada Tiga Survei Nasional
Home  /  Berita  /  Pendidikan

Hardiknas Kedua saat Pandemi, Hetifah: Siapkan Plan B

Hardiknas Kedua saat Pandemi, Hetifah: Siapkan Plan B
Wakil Ketua Komisi X DPR RI/Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bidang Kesra, Hetifah Sjaifudian dalam suatu kesempatan virtual. (gambar: dok. tangkapan layar)
Minggu, 02 Mei 2021 16:48 WIB
JAKARTA - Wakil Ketua Komisi X DPR RI (Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia), Hetifah Sjaifudian, menyatakan apresiasinya kepada para pemangku kepentingan dunia pendidikan atas kerja keras dalam menghadirkan pembelajaran terbaik di tengah pandemi yang cukup panjang.

"Mulai dari guru, tenaga kependidikan, orangtua, hingga pemangku kebijakan," kata Hetifah di Hari Pendidikan Nasional 2021, Minggu (2/5/2021).

Ini adalah Hardiknas kedua di masa pandemi Covid-19, pembelajaran tatap muka terbatas, tentu harus dipersiapkan. Beberapa hal menjadi catatan Hetifah agar arah perkembangan dunia pendidikan selanjutnya menjadi lebih baik untuk generasi Indonesia.

"Yang pertama, tentu memastikan keamanan dan keselamatan selama proses pembelajaran, ini merupakan prioritas utama. Kedua, membiasakan kembali pembelajaran secara langsung yang sudah lama tidak terjadi. Ini tentu perlu strategi khusus, karena siswa sudah terbiasa setahun lebih di rumah," kata Hetifah sebagaimana dikutip GoNEWS.co dari catatannya.

Hetifah yang juga merupakan Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bidang Kesra ini juga menyoroti terkait learning loss. "Kita juga harus mengatur strategi bagaimana mengejar ketertinggalan serta meminimalisir dampak learning loss yang terjadi selama setahun ke belakang,".

"Asesmen nasional yang akan dilakukan di tahun ini semoga dapat memetakan ini dengan baik, sehingga kita tahu langkah-langkah konkrit yang harus dilakukan," kata Hetifah.

Terakhir, legislator asal Kaltim ini meminta pemerintah menyiapkan rencana cadangan jika pembelajaran tatap muka tidak dapat dilakukan.

"Saya baru mendengar bahwa IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) belum merekomendasikan PTM. Kita tentu harap dalam beberapa bulan kedepan penularan akan turun. Namun jika itu tidak terjadi, kita harus siap dengan Plan B, yang dapat mengoptimalkan pembelajaran dari rumah," kata Hetifah.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Pendidikan, Nasional, DPR RI, DKI Jakarta, Kalimantan Timur
wwwwww