Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
9 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
2
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
9 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
3
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
15 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
4
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
9 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
5
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
7 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
6
Geledah PT Djarum dan KPPBC Kudus, KPK Bidik Aliran Dana Gelap Pita Cukai
Hukum
9 jam yang lalu
Geledah PT Djarum dan KPPBC Kudus, KPK Bidik Aliran Dana Gelap Pita Cukai
Home  /  Berita  /  SEA Games

Sputnik Versi Satu Dosis Diizinkan, Indonesia sudah Pesan Versi Dua Dosisnya

Sputnik Versi Satu Dosis Diizinkan, Indonesia sudah Pesan Versi Dua Dosisnya
Vaksin Sputnik Light. (gambar: ist./rdif handout/reuters)
Jum'at, 07 Mei 2021 16:11 WIB
JAKARTA - Indonesia diberitakan telah memesan 20 juta dosis vaksin Sputnik V untuk program vaksinasi gotong royong. Dubes Rusia untuk Indonesia, Lyudmila G Vorobyova, mengatakan dalam konferensi pers Rabu (05/5/2021) lalu bahwa Sputnik V Rusia sudah dalam proses registrasi di BPOM.

Sputnik V ini adalah vaksin versi dua dosis yang menggunakan virus flu biasa yang direkayasa sehingga tidak berbahaya. Vaksin ini bekerja sebagai carrier untuk mengantarkan fragmen kecil virus corona ke dalam tubuh. Sputnik V sudah mendapat persetujuan di puluhan negara lain di seluruh dunia.

Di Rusia sendiri, Vaksin Sputnik terus bergerak maju. Versi dosis tunggalnya, yaitu Sputnik Light sudah mendapat izin otoritas negara tersebut pada Kamis (6/5/2021).

Dalam sebuah konferensi pers pada Kamis, Presiden Vladimir Putin mengatakan vaksin buatan Rusia "Bisa diandalkan seperti senapan serbu Kalashnikov (senjata AK-47 era Uni Soviet yang masih populer dan digunakan secara luas sampai hari ini)".

Dalam pernyataan pers, sebagaimana dilansir bbcindonesia.com, produsennya mengatakan satu dosis Sputnik Light telah menunjukkan 79,4% efikasi dalam program vaksinasi di negara itu.

"Sistem dosis tunggal memungkinkan imunisasi lebih banyak orang dalam waktu yang lebih singkat, melanjutkan pertarungan melawan pandemi selama fase akut," kata mereka sebagaimana dikutip GoNEWS.co.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, SEA Games, Basket, Nasional
wwwwww