Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
17 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
17 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
10 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
4
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
18 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
5
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
19 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
6
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
18 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Home  /  Berita  /  Basket

China akan Pugar Landasan Udara di Kiribati

China akan Pugar Landasan Udara di Kiribati
Pulau Kanton di Kiribati yang menampung lapangan udara tersebut berjarak 1864 mil dari Hawai. (foto: ist. via dailymail.co.uk)
Minggu, 09 Mei 2021 15:42 WIB
JAKARTA - China tengah berencana membangun kembali landasan udara dan jembatan di salah satu pulau terpencil di Kiribati. Pembangunan ini akan menghidupkan kembali situs yang menampung pesawat militer selama Perang Dunia II.

Dailymail melansir pada Minggu (9/5/2021), ada kemungkinan bahwa bandara dapat mendukung penyebaran pesawat tempur jika dimodernisasi dan ditingkatkan kapasitasnya. Pulau ini juga dapat digunakan untuk meluncurkan pesawat pengintai karena letaknya yang strategis antara Hawaii dan wilayah yang berisi Australia dan Selandia Baru.

Kementerian Luar Negeri China mengatakan pada Reuters bahwa rencana pembangunan itu berlangsung atas undangan pemerintah Kiribati untuk memfasilitasi transportasi domestik di Kiribati.

"kerja sama yang saling menguntungkan dan dalam batas kemampuannya untuk memberikan bantuan tanpa syarat politik apa pun," kata mereka sebagaimana dikutip GoNEWS.co.

Sementara itu, anggota parlemen oposisi Kiribati, Tessie Lambourne mengatakan bahwa dia prihatin dengan proyek tersebut, dan ingin tahu apakah itu bagian dari Belt and Road Initiative China.

Belt and Road Initiative telah dimulai pada 2013 sebagai proyek infrastruktur global yang diyakini para kritikus sebagai upaya meningkatkan pengaruh geopolitik China di seluruh dunia.

Sebagai tambahan informasi, Kiribati adalah negara dengan 120.000 penduduk tapi mengontrol salah satu zona ekonomi eksklusif terbesar di dunia yang mencakup lebih dari 3,5 juta kilometer persegi Pasifik. Berdasarkan peta, jaraknya ke Hawai dan ke Papua New Guinea hampir sama.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Basket, Metropolitan
wwwwww