Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dewan Pers Desak Kepolisian Segera Tangkap Penembak Pemred Mara Salem Harahap
Hukum
8 jam yang lalu
Dewan Pers Desak Kepolisian Segera Tangkap Penembak Pemred Mara Salem Harahap
2
Tanggap Darurat Covid-19 di DPR, Sekjen Pastikan Infrastruktur Digital Siap Dukung Rapat Penting
DPR RI
16 jam yang lalu
Tanggap Darurat Covid-19 di DPR, Sekjen Pastikan Infrastruktur Digital Siap Dukung Rapat Penting
3
Breaking News: Pemred Media Online di Pematangsiantar Tewas Ditembak
Hukum
15 jam yang lalu
Breaking News: Pemred Media Online di Pematangsiantar Tewas Ditembak
4
Next Policy: Holding Bisa Tata Kembali Ekosistem Ultra Mikro
Ekonomi
17 jam yang lalu
Next Policy: Holding Bisa Tata Kembali Ekosistem Ultra Mikro
5
Mara Salem Harahap, Pemred Media Online Tewas Ditembak di Dekat Rumahnya
Hukum
15 jam yang lalu
Mara Salem Harahap, Pemred Media Online Tewas Ditembak di Dekat Rumahnya
6
Buka Turnamen, Bamsoet: Pecatur Beda-Beda Tipis dengan Politisi 
MPR RI
14 jam yang lalu
Buka Turnamen, Bamsoet: Pecatur Beda-Beda Tipis dengan Politisi 
Home  /  Berita  /  Pemerintahan

Jokowi Kembali Bikin Heboh, Kali Ini Soal Babi Panggang Ambawang

Jokowi Kembali Bikin Heboh, Kali Ini Soal Babi Panggang Ambawang
Ilustrasi babi panggang. (Foto: Istimewa)
Minggu, 09 Mei 2021 00:11 WIB
JAKARTA - Presiden Joko Widodo kembali bikin heboh. Kali ini, terkait dengan larangan pemerintah agar orang yang merayakan Lebaran tidak mudik atau merayakan Lebaran di kampung halaman.

Larangan mudik ini merupakan bagian dari upaya mencegah penyebaran pandemi Covid-19. "Sebentar lagi Lebaran. Karena masih dalam suasana pandemi, pemerintah melarang mudik untuk keselamatan kita bersama," ujar Jokowi yang tampil dengan kemeja putih lengan panjang dibalut jaket bomber berwarna hijau lumut tua.

Sampai di sini tidak ada masalah. Persoalan muncul ketika Jokowi mencoba untuk mensugesti masyarakat yang merayakan Lebaran dan ingin merayakannya di kampung halaman. Katanya, kerinduan pada makanan khas daerah dapat dilakukan dengan memesan makanan tersebut secara online.

Lalu Jokowi menyebut nama sejumlah makanan, termasuk bipang atau babi panggang Ambawang. "Bagi saudara-saudara yang rindu kuliner khas daerah, atau yang biasanya mudik membawa oleh-oleh, tidak perlu ragu untuk memesannya secara online. Yang rindu makan Gudeg Jogja, Bandeng Semarang, Siomay Bandung, Pempek Palembang, Bipang Ambawang dari Kalimantan dan lain-lainnya, tinggal pesan. Dan makanan kesukaan akan diantar sampai ke rumah," ujar Jokowi.

Tidak sedikit anggota masyarakat yang menyesalkan pernyataan Jokowi mengenai babi panggang itu. "Merayakan Hari Raya Kemenangan Umat Islam (Lebaran) dengan menyajikan hidangan menu BIPANG Babi Panggang Ambawang. Kui Islam cap opo Pak kalau boleh tahu?" tulis pemilik akun Twitter @yo2thok.

"Lebaran ngendorse babi panggang. Kacau yang bikin scriptnya," tulis @panca66.

"Mungkin bagian dr Test Wawasan Kebangsaan? Siapa yg tidak pesan online Bipang, dianggap radikal radikul dan intoleran. Iya Gak Sih?' tulis @DonAdam68.

Pemilik akun @_burnce mengunggah foto kepala babi panggang sambil menuliskan pesan, "Ini BIPANG. Sesuai arahan pesan onlen Bapak.'

Bipang Ambawang adalah kuliner terkenal dan andalan dari Kecamatan Ambawang di Provinsi Kalimantan Selatan. Kuliner ini menyajikan babi yang dipanggang sedemikian rupa sehingga menghasilkan tekstur daging yang khas dan kering. Babi yang dipanggang untuk bipang Ambawang ini biasanya adalah babi muda yang usianya antara 3 sampai 9 bulan.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Rmol.id
Kategori:DKI Jakarta, Pemerintahan, Peristiwa
wwwwww