Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
17 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
18 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
18 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
4
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
18 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
5
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
Sepakbola
16 jam yang lalu
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
6
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
8 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Sama dengan Muhammadiyah, PBNU Tetapkan Lebaran Idul Fitri Hari Kamis 13 Mei 2021

Sama dengan Muhammadiyah, PBNU Tetapkan Lebaran Idul Fitri Hari Kamis 13 Mei 2021
Surat Keputusan PBNU. (Foto: GoNews.co)
Selasa, 11 Mei 2021 23:02 WIB
JAKARTA - Sama dengan keputusan PP Muhammadiyah, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) juga menetapkan Lebaran 2021 jatuh pada Kamis (13/5). Keputusan itu diumumkan dalam Rukyatul Hilal dan Ikhbar Penentuan Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1442 Hijriah, Selasa (11/5/2021).

BNU melakukan pemantauan hilal di 34 titik. Hilal belum terlihat pada sore ini sehingga Idulfitri jatuh pada lusa. Tim rukyatul hilal PBNU lembaga Falakiyah PBNU telah melakukan Rukyatul hilal bil fi'li di beberapa lokasi rukyat yang telah ditentukan, dan tidak berhasil melihat hilal.

"Maka dengan ini PBNU memberitahukan bahwa awal bulan Syawal 1442 Hijriah jatuh pada hari Kamis tanggal 13 Mei 2021 Masehi," kata Ketua Umum PBNU Said Aqil Siraj.

Dengan keputusan itu, PBNU menetapkan Ramadan tahun ini berlangsung selama 30 hari. Warga NU memulai Ramadan pada 13 April lalu.

Keputusan itu telah dituangkan dalam surat resmi yang ditandatangani Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar, Katib Aam Yahya Cholil Staquf, Ketum PBNU Said Aqil Siradj, dan Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini.

Dalam kesempatan itu, Said berpesan agar umat Islam menyambut Idulfitri dengan sederhana. Ia juga meminta Lebaran kali ini dirayakan dengan memperhatikan protokol kesehatan. "Kami sampaikan selamat merayakan Idulfitri 1 Syawal 1442 h dengan penuh suka cita dan tetap mematuhi protokol kesehatan 5M, memaki masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan membatasi interaksi dan mobilitas," ucap Said.

Tahun ini, PBNU merayakan Lebaran bersamaan dengan PP Muhammadiyah. Muhammadiyah telah menentukan Idulfitri jatuh pada 13 Mei 2021 sejak Februari lalu.

Ketetapan Muhammadiyah itu dipertegas lewat Maklumat Nomor 01/MLM/I.0/E/2021 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadhan, Syawal, dan Zulhijah 1442 Hijriah. "Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1442 Hijriah jatuh pada hari Kamis tanggal 13 Mei 2021. Idulfitri tahun ini masih dalam keadaan musibah Covid-19 yang persebarannya belum melandai," kata Sekretaris PP Muhammadiyah Agung Danarto dalam jumpa pers daring, Senin (10/5).***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:DKI Jakarta, Metropolitan, Voli, Olympic
wwwwww