Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
9 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
9 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
10 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
11 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
11 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
17 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  Ekonomi

Investor Minta Pajak Perdagangan Kripto Lebih Rendah dari Saham

Investor Minta Pajak Perdagangan Kripto Lebih Rendah dari Saham
Ilustrasi pajak mata uang kripto. (gambar: ist. via teknologi.id)
Rabu, 12 Mei 2021 13:02 WIB
JAKARTA - Pemerintah berencana menerapkan pajak pada transaksi mata uang kripto (cryptocurrency). Kebijakannya, masih dirumuskan oleh Bappebti (Badan Pangawas Perdagangan Berjangka Komoditi) bersama Kementerian Keuangan.

Menurut salah seorang investor kripto, Wahyudi Ritonga, penerapan pajak dari perdagangan kripto bagus untuk dilakukan karena bisa menambah pendapatan negara di tengah krisis. "Namun, jangan memberatkan,".

"Pemerintah penting mempertimbangkan besaran pajak yang akan dipungut dari transaksi mata uang kripto. Jangan sampai para investor beralih untuk transaksi ke perusahaan exchange kripto luar negeri, sehingga negara enggak dapat pajak sesuai targetnya," kata Wahyu kepada GoNEWS.co, Rabu (12/5/2021).

Pria yang akrab disapa Bung Way ini berharap, penerapan pajak pada perdagangan mata uang kripto masuk ke dalam kategori PPh final 0,05 persen, "yakni setengah dari PPh final di capital market,".

"Setahu saya saat ini sudah ada Aspakrindo (Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia) dan sejumlah perusahaan exchange lokal yang telah mengajukan proposal berisikan besaran pajak perdagangan mata uang kripto ke Bappebti. Tapi belun ditanggapi lebih lanjut," ungkap Dia.

Hingga kini, perdagangan aset mata uang kripto di sejumlah perusahaan exchange bertumbuh signifikan. Sebagai contoh, transaksi di Indodax pada 2021 mencapai Rp500 miliar per harinya. Sementara pemerintah, belum juga menentukan jenis dan besaran pajak bagi perdagangan aset mata uang kripto di Indonesia. Padahal, bisa saja diterapkan dalam bentuk PPN (Pajak Pertambahan Nilai) ataupun PPh (Pajak Penghasilan).***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Nasional, Ekonomi
wwwwww