Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
19 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
2
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
18 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
3
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
21 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
4
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
21 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
5
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
Basket
23 jam yang lalu
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
6
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
DKI Jakarta
20 jam yang lalu
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
Home  /  Berita  /  Voli

Investigasi Diperdalam, Kominfo Jaga Data Pribadi Warga

Investigasi Diperdalam, Kominfo Jaga Data Pribadi Warga
Ilustrasi kerahasiaan data pribadi. (gambar: ist. via hotforsecurity)
Sabtu, 22 Mei 2021 16:23 WIB
JAKARTA - Kemkominfo RI (Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia) telah mengidentifikasi jumlah data yang lebih besar dan memperluas investigasi terhadap sekitar 1 juta data yang diklaim sebagai data sampel oleh penjual data ilegal di dunia siber.

Juru Bicara Kemkominfo, Dedy Permadi dalam sebuah pernyataan yang dikutip GoNEWS.co, Sabtu (22/5/2021) menyatakan, pihaknya juga telah memanggil pengelola data pribadi yang diduga bocor-dalam hal ini Direksi BPJS Kesehatan-pada hari Jumat (21/5/2021). Hasilnya, BPJS segera akan memastikan dan menguji ulang data pribadi yang diduga bocor.

"Selanjutnya, investigasi yang dilakukan oleh tim internal BPJS akan selalu dikoordinasikan dengan Kementerian Kominfo dan BSSN," kata Dedy.

"Langkah-langkah pengamanan data akan dilakukan oleh BPJS untuk memitigasi risiko kebocoran data pribadi yang lebih luas," Ia memungkasi.

Sebelumnya, beredar kabar bahwa data 279 juta penduduk Indonesia diduga bocor dan diperjual-belikan dalam sebuah forum. Data ini mencakup nomor KTP, gaji, nomor telefon, alamat dan email, bahkan data orang yang sudah meninggal juga terdapat di dalamnya.

Situs forum, akun penjual dan tautan-tautan untuk mengunduh data pribadi yang diperjualbelikan juga telah diblokir oleh Kemkominfo.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Nasional, Voli, PON
wwwwww