Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
18 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
2
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
18 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
3
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Olympic
18 jam yang lalu
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
4
Senator Dailami: Polri Bersama Masyarakat Jangan Hanya Slogan
Hukum
18 jam yang lalu
Senator Dailami: Polri Bersama Masyarakat Jangan Hanya Slogan
5
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Umum
23 jam yang lalu
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Home  /  Berita  /  Olympic

Gara-gara Tukang Tenda Amatir, Pengantin di Agam Baralek Tanpa Pelaminan

Gara-gara Tukang Tenda Amatir, Pengantin di Agam Baralek Tanpa Pelaminan
Kedua mempelai yang menanggung malu karena ulah oknum penyedia jasa pelaminan yang tidak memasang pelaminan mereka (Antara)
Senin, 24 Mei 2021 21:01 WIB
AGAM - Sepasang pengantin baru di Jorong Kapalo Koto, Nagari Sungai Pua, Kabupaten Agam Sumatera Barat terpaksa menanggung malu karena ulah oknum penyedia tenda pelaminan yang tidak kunjung menyelesaikan pekerjaannya di acara resepsi.

"Saya pribadi dan keluarga besar kecewa dan menanggung malu karena kejadian ini, padahal saya telah membayar uang muka sebesar Rp3 juta," kata pengantin pria, Ari (28) seperti dilansir GoNews.co dari Antara di Bukittinggi, Minggu (23/5/2021).

Menurutnya, peristiwa itu terjadi pada Sabtu (22/05) saat melangsungkan acara resepsi pernikahan yang dilakukan di rumah kediamannya bersama keluarga di Kapalo Koto.

Tenda pelaminan yang dipesannya dipasang tidak sampai selesai oleh penyedia jasa pelaminan yang enggan ia sebutkan namanya.

Tenda yang seharusnya terpasang sempurna sejak pagi, hanya diisi oleh beberapa meja tanpa kursi, satu helai karpet, tanpa tabir dan paling menyedihkan adalah tidak ada pelaminan untuk tempat bersanding kedua mempelai. "Saya marah, kecewa dan malu, tetapi sampai saat ini masih berusaha menjaga nama baik jasa pelaminan yang berada masih berdekatan dengan nagari kami ini," kata dia.

Ia menambahkan, pihaknya sudah mencoba menghubungi jasa pelaminan tetapi tetap datang terlambat sekitar pukul 14.00 WIB. "Jelas kami menolak ketika mereka datang terlambat, akan lebih malu jika mereka kami ijinkan memasang pelaminan di hadapan tamu yang sudah banyak datang," kata dia.

Ari menambahkan, padahal dia sudah bersusah payah mengantarkan uang muka untuk pelaminan itu sejak tanggal 1 Mei karena permintaan sang penyedia jasa. Akhirnya, pengantin baru ini melaksanakan resepsi pernikahan dengan bahan dan peralatan sederhana seadanya dengan memendam rasa kecewa.

Kejadian ini juga beredar luas di media sosial hingga dibagikan sampai 200 kali lebih oleh pengguna medsos di Bukittinggi dan Agam.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Sumatera Barat, Badminton, Olympic, PON
wwwwww