Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
16 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
2
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
14 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
3
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
12 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
4
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
15 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
5
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
Basket
17 jam yang lalu
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
6
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
DKI Jakarta
14 jam yang lalu
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Seru Nih, Cak Imin, AHY, Anies dan Ganjar Bersaing Ketat di Polling Capres

Seru Nih, Cak Imin, AHY, Anies dan Ganjar Bersaing Ketat di Polling Capres
Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar. (Foto: Istimewa)
Jum'at, 28 Mei 2021 23:29 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Polling pendahuluan kandidat calon presiden (capres) yang dilakukan Jaringan Informasi Rakyat (Jari Rakyat) menempatkan empat nama yang bersaing ketat sebagai kandidat capres potensial.

Terdapat 14 nama yang diikutsertakan dalam poling tersebut, seperti Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Airlangga Hartarto, Anies Baswedan, Budi Gunawan, Erick Thohir, Ganjar Pranowo, Moeldoko, Puan Maharani, Prabowo Subianto, Ridwan Kamil, Sandiaga Uno, Tito Karnavian, dan Tri Risma Harini.

Dari 14 nama yang masuk poling pendahuluan capres 2024, ada empat nama elite nasional yang bersaing ketat. Mereka adalah Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang juga Wakil Ketua DPR Abdul Muhaimin Iskandar 15,9%, Ketua Umum Partai Demokrat AHY 29,2%, Gubernur DKI JAKarta Anies Baswedan 17,9%, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo 19,5%. Selebihnya, Airlangga Hartarto (0%), Budi Gunawan (1,5%), Erick Thohir (2,6%), Moeldoko (0%), Puan Maharani (1,5%), Prabowo Subianto (9,7%), Ridwan Kamil (5,6%), Sandiaga Uno (3,6%), Tito Karnavian (4,1%), dan Tri Risma Harini (2,1%).

Koordinator Nasional Jari Rakyat, Prasetyo mengatakan poling pendahuluan ini merupakan upaya untuk menjaring sejauh mana atensi suara rakyat terhadap Capres pilihannya. “Setelah poling ini, kami berencana melakukan survei dengan terjun langsung ke masyarakat untuk mengkomparasi hasil sebelumnya,” ujarnya kepada wartawan, Jakarta, Kamis (27/5/2021).

Menurut Prasetyo, munculnya nama AHY dengan perolehan 29,2% suara sementara dapat menunjukkan bahwa masyarakat sedang mencari alternatif pilihan. Selain itu, figur Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan yang masing-masing menempati posisi kedua dan ketiga dalam hasil poling sementara ini, lanjut dia, relatif sama dengan hasil survei beberapa lembaga.

Namun demikian patut dicermati nama Gus AMI atau Muhaimin Iskandar dalam posisi lima besar menjadi sorotan tersendiri. “Di ranah media sosial, kader PKB cukup intensif menggaungkan nama Gus AMI untuk RI 1, ditambah dengan giat mereka di lapangan dengan berbagai program untuk lebih mengenalkan nama Gus AMI ke kalangan milenial. Ini pertanda mesin PKB sudah relatif panas dan siap bersaing dengan figur ternama lainnya,” kata kandidat Doktoral Ilmu Pemerintahan IPDN ini.

Terpisah, Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid menegaskan bahwa banyak desakan dari kalangan bawah dan juga sejumlah kiai sepuh Nahdlatul Ulama (NU) di berbagai daerah agar partainya mencapreskan Gus AMI pada Pilpres 2024 mendatang.

”Banyak desakan kepada Ketua Umum PKB Gus Ami, dan desakan itu karena beliau dianggap satu-satunya representasi tokoh dari NU (Nahdlatul Ulama-Red)," ujar Gus Jazil sapaan Jazilul Fawaid di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (28/5).

Wakil Ketua MPR ini menambahkan, sampai saat ini PKB terus menjalin komunikasi dengan partai lain guna menyamakan pandangan guna bisa menjalin koalisi. Sebab Gus Ami maju tidak bisa sendirian mengusungnya karena keterbatasan suara yang dimiliki PKB. "Harus memenuhi syarat administratif 20 persen suara. Itu syarat administratif dan PKB memiliki 10 persen suara. Tentu sesuai dengan visi yang diusung PKB selama ini," katanya.***

wwwwww