Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
23 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
2
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
24 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
3
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
22 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
4
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
Sepakbola
22 jam yang lalu
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
5
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
12 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
6
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
Sepakbola
22 jam yang lalu
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
Home  /  Berita  /  Olympic

KPAI Kecam Pelibatan Anak-anak Saat Aksi Dukung Firli KPK

KPAI Kecam Pelibatan Anak-anak Saat Aksi Dukung Firli KPK
Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) saat menggelar konferensi pers di Jakarta. (Foto: CNN Indonesia)
Sabtu, 29 Mei 2021 22:42 WIB
JAKARTA - Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Rita Pranawati menyebut pelibatan anak-anak dalam demonstrasi adalah hal yang tak bisa dibenarkan.

Hal ini merespons aksi mendukung Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri pada Jumat (28/5) yang digelar di depan kantor lembaga antirasuah itu. Dia mengecam aksi tersebut lantaran membawa-bawa anak di bawah umur. "Pelibatan anak di demo itu hal yang tidak dibenarkan," kata Rita melalui pesan suara, Sabtu (29/5).

Dia menyebut siapapun pihak yang melibatkan anak-anak dalam politik, yakni dalam demonstrasi itu harus diusut dan ditindak sesuai aturan hukum lantaran telah menyalahi UU Perlindungan Anak.

"Siapapun yang melibatkan anak di politik jadi PR besar untuk ditindak siapa orang yang di balik demo melibatkan anak ini," katanya.

Dilansir GoNews.co dari CNNIndonesia.com, sejumlah orang yang terlibat aksi mendukung keputusan Firli Bahuri memecat 51 pegawai KPK terlihat masih duduk di bangku SMP dan mengaku dibayar untuk ikut aksi. Sementara yang lain, tampak sudah cukup tua.

Damar misalnya, bagian dari kelompok yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Indonesia mengaku tidak mengetahui kenapa ia mengikuti demo.

Damar merupakan kelas 3 SMP. Ia mengaku diajak pamannya untuk ikut demo. Damar juga mengaku akan mendapatkan bayaran, meskipun tidak tahu nominal yang akan ia terima. "Katanya sih dibayar. Enggak tahu (nominal bayarannya)," kata Damar.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:DKI Jakarta, Metropolitan, Voli, Olympic
wwwwww