Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
11 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
11 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
22 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
11 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
11 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
6
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
11 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
Home  /  Berita  /  Non Olympic
Indonesia Basketball League (IBL) 2021

Ketangguhan Satria Muda Diakui Ebos

Ketangguhan Satria Muda Diakui Ebos
Senin, 31 Mei 2021 23:00 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Pelatih West Bandits Solo, Raoul Miguel Hadinoto, mengakui Satria Muda Pertamina lebih tangguh saat mengalahkan pasukannya pada laga kedua babak semifinal Indonesia Basketball League (IBL) 2021 di Britama Arena Mahaka Square Kelapa Gading Jakarta Utara, Minggu 30 Mei 2021.

“Satria Muda memang layak menang dan masuk final. Kami coba meredam, tetapi postur mereka lebih tinggi. Kali ini size matter,” kata Ebos, sapaan Raoul pada sesi wawancara secara virtual seusai pertandingan.

Kapten tim Widyanta Putra Teja meski kecewa mengakui ketangguhan Satria Muda. “Saya memang kecewa. Target tim memang masuk play off, tetapi saya punya target pribadi lebih tinggi,” aku Widy.

“Dengan segala kekurangan, saya kira hasil kami sudah cukup bagus bisa melangkah sampai ke empat besar. Tahun depan harus lebih baik lagi, paling tidak bertahan di posisi empat besar,” ujar Ebos.

Widy sependapat. “Masih banyak yang harus kita perbaiki untuk tahun depan, baik dari faktor teknik maupun manajemen. Pengalaman pada tahun pertama ini harus menjadi acuan untuk melakukan perbaikan,” katanya.

Apresiasi patut diberikan kepada West Bandits, tim pendatang baru yang membuat kejutan hingga melangkah ke babak semifinal. Jika terus berada pada arah yang tepat, West Bandits akan menjadi kekuatan berbahaya. ***

wwwwww