Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
14 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
18 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
3
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
15 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
4
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
13 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
5
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
20 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
6
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Umum
19 jam yang lalu
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Home  /  Berita  /  Beladiri

Soal Kebocoran Data, 5 Vendor BPJS Kesehatan Diperiksa Polisi

Soal Kebocoran Data, 5 Vendor BPJS Kesehatan Diperiksa Polisi
Kepala Divisi (Kadiv) Humas Polri Irjen Argo Yuwono. (Foto: Istimewa)
Rabu, 02 Juni 2021 21:11 WIB
JAKARTA - Direktorat Tindak Pidana Siber (Dit Tipidsiber) Bareskrim Polri terus menyelidiki kasus dugaan kebocoran data pribadi 279 juta nasabah Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Penyidik memeriksa vendor di BPJS Kesehatan.

"Rencana kita ambil keterangannya. Ada 5 vendor (yang diperiksa)," kata Kepala Divisi (Kadiv) Humas Polri Irjen Argo Yuwono di Jakarta, Rabu, (2/6/2021).

Namun, Argo tidak memerinci identitas saksi dari kelima vendor yang dipanggil. Pemeriksaan dijadwalkan dimulai sekitar pukul 10.00 WIB pada hari ini.

Penyidik Dit Tipidsiber Bareskrim Polri memeriksa pejabat BPJS Kesehatan pada Senin, 24 Mei 2021. Pejabat yang tidak disebutkan namanya itu merupakan bertanggung jawab dalam operasional sistem teknologi informasi.

Penyidik juga telah meminta keterangan Kepala Pusat Operasi Keamanan BSSN, Brigjen TNI Ferdinand Mahulette, pada hari yang sama. Ferdinand diperiksa sebagai saksi ahli.

Data 279 juta penduduk Indonesia mengalami kebocoran dan diperdagangkan secara di salah satu forum dunia maya. Data warga Indonesia ini dijual dan disebut memiliki informasi pribadi lengkap.

Informasi pribadi dalam data bocor tersebut meliputi Nomor Induk Kependudukan (NIK), nama, alamat, nomor telepon, bahkan dikabarkan juga termasuk informasi menyoal jumlah gaji. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menginvestigasi kebocoran data tersebut dan menemukan kemiripan data dengan format milik BPJS Kesehatan.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Beladiri, Voli, DKI Jakarta
wwwwww