Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
18 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
2
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
16 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
3
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
19 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
4
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
19 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
5
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
Basket
21 jam yang lalu
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
6
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
DKI Jakarta
18 jam yang lalu
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
Home  /  Berita  /  Non Olympic
Indonesia Basketball League (IBL) 2021

Defense Kekuatan Satria Muda

Defense Kekuatan Satria Muda
Senin, 07 Juni 2021 18:21 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Defense jadi kunci kekuatan Satria Muda Pertamina hingga mampu menjadi juara Indonesia Basketball League (IBL) 2021 setelah pada gim ketiga babak final mengalahkan Pelita Jaya Bakrie 68-60 di Britama Arena Mahaka Square Kelapa Gading Jakarta Utara, Minggu 6 Juni 2021.

"Defense adalah trade mark kami, terutama ketika menghadapi Pelita Jaya, tim dengan ofense terbaik di liga," kata pelatih Satria Muda asal Serbia, Milos Pejic pada sesi wawancara seusai pertandingan. 

"Namun, kami juga bisa menyeimbangkan antara defense dan ofense," tambahnya. 

Milos menyebut kekuatan Pelita Jaya sebenarnya berimbang dengan pasukannya.  "Mungkin kami sedikit lebih uggul pada posisi shooting guard, tapi secara umum kekuatan berimbang, kalaupun ada perbedaan sangat kecil," tuturnya.

Kapten tim Satria Muda, Arki Dikania Wisnu harus ke luar lapangan pada kuarter keempat setelah melakukan foul kelima . " Saat fouled out, saya tetap yakin pada rekan-rekan. Kami sudah berlatih cukup lama, saya yakin pada kemampuan mereka," kata Arki.

Gelar juara kali ini cukup menarik bagi Arki. "Juara kali ini cukup unik. Di tengah pandemi dan harus karantina. Banyak yang harus dikorbankan dan fokus sepenuhnya pada basket. Salut pada semua pemain IBL Indonesia," ungkapnya. ***

wwwwww