Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Pertanyakan Keseriusan Sri Mulyani dalam Menyelamatkan Garuda
Politik
19 jam yang lalu
DPR Pertanyakan Keseriusan Sri Mulyani dalam Menyelamatkan Garuda
2
Ketimbang Berkonflik Internal, ETOS Minta KPK Fokus Jebloskan Azis Syamsudin ke Penjara
Hukum
15 jam yang lalu
Ketimbang Berkonflik Internal, ETOS Minta KPK Fokus Jebloskan Azis Syamsudin ke Penjara
3
Kisah Pilu Perjalanan Rahmat: Erwin Abdullah: Ular, Ikan Arwana dan Badik Itu Banyak Menolong
Peristiwa
22 jam yang lalu
Kisah Pilu Perjalanan Rahmat: Erwin Abdullah: Ular, Ikan Arwana dan Badik Itu Banyak Menolong
4
Ketua DPD RI Dapat Gelar Mia Ogena Yi Saragau dari Kesultanan Buton
Politik
20 jam yang lalu
Ketua DPD RI Dapat Gelar Mia Ogena Yi Saragau dari Kesultanan Buton
5
Presiden Targetkan Bogor Capai Kekebalan Komunal Agustus 2021
Kesehatan
23 jam yang lalu
Presiden Targetkan Bogor Capai Kekebalan Komunal Agustus 2021
6
Berpikirlah Seperti Orang Minang
Politik
21 jam yang lalu
Berpikirlah Seperti Orang Minang
Home  /  Berita  /  Olahraga
Indonesia Basketball League (IBL) 2021

Sandy Ibrahim, dari Tribun ke Podium

Sandy Ibrahim, dari Tribun ke Podium
Rabu, 09 Juni 2021 22:18 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTAJangan pernah meremehkan mimpi dan doa dari orang tua. Suatu saat, dua hal itu yang akan membawa kalian ke tempat yang tidak terduga. Hal itu sangat dipercayai penggawa Satria Muda Pertamina Jakarta, Sandy Ibrahim. Sejak masih duduk di tribun, Sandy selalu bermimpi bisa bermain sebagai pebasket profesional.

Berawal dari pertandingan Satria Muda Pertamina Jakarta di medio 2010, Sandy bertekad bisa memakai jersey putih biru kebanggaan. Mimpi itu akhirnya terwujud beberapa tahun kemudian.

Tak hanya sekadar menjadi pemain, Sandy turut merebut gelar juara bersama Satria Muda Pertamina Jakarta pada Indonesia Basketball League (IBL) Pertamax 2021. Bila mengingat momen 10 tahun silam, bulu kuduk Sandy selalu merinding.

“Saat dulu jadi penonton, saya ingin sekali bisa ada di lapangan, jadi pemain Satria Muda,” ujar Sandy.

“Saat itu melihat Christian Ronaldo Sitepu (Dodo), menegangkan sekali. Melihat dia berlari seperti tidak pernah letih, memotivasi saya untuk terus mengasah kemampuan,” imbuhnya.

Tekad kuat Sandy juga didukung doa dari kedua orang tuanya. Saat final IBL Pertamax 2021 berakhir, Sandy memeluk Ayah dan Ibu dengan haru sambil membawa piala.

Tak ada kata yang terucap, hanya sebuah kalimat “kami bangga” yang terucap dari kedua orang tua Sandy selepas pertandingan. Bagi Sandy, apa yang didapatnya saat ini sepenuhnya dipersembahkan untuk mereka.

“Mereka selalu ada mendukung saya, apapun kondisinya. Orang tua saya datang dan menyemangati itu sudah cukup, gelar juara ini untuk mereka,” ujar Sandy. ***

wwwwww