Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
18 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
18 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
18 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
18 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
18 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
18 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Olympic

Utang BUMN Menggunung, Ini Pembelaan Anggota DPR

Utang BUMN Menggunung, Ini Pembelaan Anggota DPR
Ketua Komisi VI Faisol Riza. (Foto: Istimewa)
Rabu, 09 Juni 2021 19:02 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Ketua Komisi VI Faisol Riza, memandang total catatan utang Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang menggung dan mencapai 59,65 miliar dolar Amerika Serikat atau setara Rp 851,160 triliun, merupakan hal yang lazim, meskipun tetap berpotensi macet pada masa pandemi Covid-19.

"Utang yang jumlahnya Rp 800 triliun lebih itu utang-utang yang berpotensi untuk macet," ujar Faisol melalui siaran pers yang diterima GoNews.co, Rabu (9/6/2021).

Politisi PKB ini meyakini, utang BUMN tidak akan menjadi masalah apabila kondisi keuangan perusahaan baik, khususnya saat pandemi Covid-19 diprediksi mereda mulai tahun depan. "Jadi menurut saya sejauh perusahaan BUMNnya sehat, sejauh bisnis modalnya punya masa depan setelah pandemi Covid-19 ini akan terlihat biasa-biasa saja,” katanya.

Ditegaskannya, keputusan Pemerintah yang menggaransi utang BUMN itu diyakini karena masih eligible dan memungkinkan untuk dibayar secara sehat. Sehingga angka besar Rp 851,160 triliun bukan jadi tolak ukurnya. "Jangan dilihat dulu jumlahnya,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Faisol menyebutkan dua perusahaan plat merah yang dinilainya akan bangkit saat kondisi pandemi membaik. Di antaranya Garuda Indonesia dan PT. Waskita Karya.

"Pemerintah sedang menyiapkan upaya-upaya yang bisa membantu paling tidak meringankan arus keuangan mereka. Misalnya, Waskita Karya yang sekarang dimasukkan dalam skema program SWF (Sovereign Wealth Fund) misalnya," ungkap Faisol.

"Itu sudah sangat membantu. Memang belum tuntas, tapi sudah sangat membantu. Jadi wajar saja menurut saya perusahaan-perusahaan yang miliki utang. Tapi sebetulnya kalau keuangannya sehat kan enggak masalah,” tutupnya.***

wwwwww