Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Pertanyakan Keseriusan Sri Mulyani dalam Menyelamatkan Garuda
Politik
21 jam yang lalu
DPR Pertanyakan Keseriusan Sri Mulyani dalam Menyelamatkan Garuda
2
Ketimbang Berkonflik Internal, ETOS Minta KPK Fokus Jebloskan Azis Syamsudin ke Penjara
Hukum
17 jam yang lalu
Ketimbang Berkonflik Internal, ETOS Minta KPK Fokus Jebloskan Azis Syamsudin ke Penjara
3
Kisah Pilu Perjalanan Rahmat: Erwin Abdullah: Ular, Ikan Arwana dan Badik Itu Banyak Menolong
Peristiwa
24 jam yang lalu
Kisah Pilu Perjalanan Rahmat: Erwin Abdullah: Ular, Ikan Arwana dan Badik Itu Banyak Menolong
4
Ketua DPD RI Dapat Gelar Mia Ogena Yi Saragau dari Kesultanan Buton
Politik
21 jam yang lalu
Ketua DPD RI Dapat Gelar Mia Ogena Yi Saragau dari Kesultanan Buton
5
Toyota Resmi Jual Raize 1.200 cc, Harga Mulai Rp 202 Jutaan
Ekonomi
14 jam yang lalu
Toyota Resmi Jual Raize 1.200 cc, Harga Mulai Rp 202 Jutaan
6
Berpikirlah Seperti Orang Minang
Politik
22 jam yang lalu
Berpikirlah Seperti Orang Minang
Home  /  Berita  /  Politik

Megawati Soerkarnoputri akan Baca Kehendak Rakyat Soal Calon Pemimpin Nasional

Megawati Soerkarnoputri akan Baca Kehendak Rakyat Soal Calon Pemimpin Nasional
Ketua Umum Megawati Soekarnoputri saat menerima gelar Profesor Kehormatan Guru Besar tidak tetap Bidang Ilmu Kepemimpinan Strategik di Unhan.
Jum'at, 11 Juni 2021 20:01 WIB
JAKARTA - Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menyatakan bahwa pada saatnya, Ketua Umum Megawati Soekarnoputri akan mengumumkan siapa capres-cawapres yang diusung di Pilpres 2024.

Hasto juga mengingatkan, bahwa Megawati adalah model pemimpin strategik yang memikirkan masa depan yakni dengan menyiapkan sosok-sosok pemimpin untuk masa mendatang.

Bagi PDIP, kata Hasto, menjadi presiden dan wakil presiden itu akan ditentukan oleh rakyat.

"Sehingga kehendak rakyat itulah yang akan dibaca oleh Bu Megawati yang punya hak prerogatif dan inipun di dalam memohon terang dari Tuhan yang Maha Kuasa agar memberikan suatu inspirasi terhadap pemimpin ke depan guna membawa kejayaan bangsa ini," kata Hasto, menjawab wartawan, usai pengukuhan gelar profesor dari Unhan untuk Megawati, Jumat (11/6/2021).

"Apakah keinginan rakyat ini tergambar dari hasil survei yang ada?" tanya wartawan.

"Ah, yang jelas bukan saya. Saya membantu Bu Mega membangun partai," jawab Hasto sambil tertawa.

Yang jelas, lanjutnya, Megawati dan PDIP memahami bahwa survei adalah instrumen. Namun harus dipastikan tanpa rekayasa opini.

"Tadi kan Ibu Mega mengatakan supremasi opini itu sering kali mengalahkan fakta. Dan menjadi seorang pemimpin memang dia harus punya kemampuan komunikasi politik yang baik. Tetapi di luar itu, dia punya tanggung jawab, dia punya kekokohan dalam hal prinsip. Dia punya kemampuan teknokratik dan itu kan harus dipersiapkan, dilakukan dengan sebaik baiknya," urai Hasto.

"Jadi kita tunggu momentum yang tepat dari PDI Perjuangan, dari Bu Mega untuk mengumumkan siapa calon presiden dan wakil presiden," tegas Hasto.

Yang jelas, sesuai dengan orasi ilmiah Megawati soal kepemimpinan strategik, pihaknya akan mencari sosok pemimpin yang punya watak pembebasan serta keberpihakan kepada Wong Cilik. Pemimpin strategik yang punya tanggung jawab bagi masa depan bangsa dan negara.

Megawati juga menyatakan kepemimpinan strategik itu bukan hanya bicara keberhasilan masa lalu, namun bagaimana korelasinya dengan masa kini dan tanggung jawab akan masa depan.

"Dan kalau kita lihat kepemimpinan strategik ibu Megawati Soekarnoputri, memang punya orientasi menyiapkan kader-kader pemimpin tidak hanya bagi 2024 yang akan datang, tetapi bagi kelangsungan bangsa dan negara ini dengan jati diri bangsa itu," papar Hasto.

Dia lalu menyontohkan tahun 2014 lalu. Saat itu, banyak yang meragukan ketulusan Megawati bertanggung jawab atas masa depan Indonesia. Dan Megawati menjawabnya dengan sebuah keputusan genuine mengusung Joko Widodo (Jokowi), menjadi presiden.

"Bapak Jokowi ini berproses dari bawah. Dari wali kota, gubernur, dan kemudian menjadi presiden RI. Nah karakter kepemimpinan dari bawah inilah yang terus didorong, pemimpin yang memahami hati dan kehendak dari rakyat itu sebagai fungsi yang dijalankan oleh partaii politik seperti PDI Perjuangan," urai Hasto. ***

wwwwww