Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
16 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
17 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
16 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
16 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
17 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
16 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Sepakbola

Inpres Nomor 3 Jadi Tulang Punggung Pembinaan Sepakbola Usia Dini

Inpres Nomor 3 Jadi Tulang Punggung Pembinaan Sepakbola Usia Dini
Menpora Zainudin Amali bersama Wakil Ketua Umum PSSI, Iwan Budianto. (Dok. Kemenpora)
Sabtu, 12 Juni 2021 16:38 WIB
Penulis: Azhari Nasution

YOGYAKARTA - Instruksi Presiden (Inpres) No. 3 Tahun 2019 akan menjadi tulang punggung pembinaan pemain sepak bola usia muda di Indonesia. Pernyataan itu disampaikan Menpora Zainudin Amali pada agenda Sosialisasi Inpres No. 3 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Persepak Bolaan Nasional di Ballaroom Hotel Ambarukmo, Yogyakarta, Jumat (11/6/2021).

Menurut Amali, sosialisasi Industri Sepak Bola untuk Indonesia Maju ini bertujuan untuk membangun sinergi dengan sejumlah lembaga terkait. Ada sepuluh kementerian yang mendapat instruksi dari Presiden Joko Widodo melalui Inpres tersebut. Salah satu di antaranya adalah Kemenpora. Dalam Inpres tersebut, ada sepuluh tugas yang diinstruksikan kepada Menpora.

Dia menyebut, salah satu hal yang menjadi perhatian penuh dalam Inpres ini adalah melakukan pembinaan usia dini dan usia muda secara berjenjang.

“Dalam inpres tersebut ada penugasan untuk masing-masing kementerian dan lembaga, khusus kepada kami (Kemenpora), setidaknya ada sepuluh tugas,” katanya.

“Salah satu kesempatan untuk melaksanakan pelaksanaan kompetisi berjenjang, dari usia bawah hingga usia tertentu,” ia melanjutkan.

Selain itu, Menpora menjelaskan akan mempercayakan implementasi Inpres tersebut kepada PSSI. Nantinya, PSSI bakal menjadi program-program eksekutor yang muaranya adalah mewujudkan cita-cita Inpres yang telah diterbitkan sejak 25 Januari 2019 ini. “Tentu kami tidak bisa bekerja sendiri. Sebab, kami harus bekerja bersama-sama dengan banyak pihak, terutama salah satunya federasi,” katanya,

Sementara itu, menurut Wakil Ketua Umum PSSI, Iwan Budianto , hal ini adalah bentuk kehadiran pemerintah dalam memajukan dunia kulit bundar di Indonesia. Dia menjelaskan, PSSI mengusulkan sejumlah ide untuk melaksanakan amanah Inpres tersebut, terutama yang berkaitan dengan poin kedua pembinaan pemain usia dini.

Menurut Iwan, PSSI mengajukan pembinaan pemain di usia sekolah yang nantinya akan disinergikan dengan turnamen tahunan yang sudah ada, yaitu Piala Soeratin. “Usulan dari PSSI yaitu perlombaan kompetisi yang ujungnya nanti akan disambut oleh turnamen usia dini yang digelar setiap tahun, yakni Piala Soeratin U-17 dan U-19,” kata Iwan.

Pemain-pemain muda yang saat ini masih duduk di bangku SMP, katanya, bakal menjadi pemain yang mengisi skuad timnas Indonesia pada Olimpiade 2032. Sebab, Olimpiade 2032 memang menjadi target yang dipatok oleh Presiden Joko Widodo dalam percepatan pembangunan persepakbolaan nasional.

"Kami mengusulkan agar memutar pertandingan yang digelar dari tingkat Kabupaten/Kota di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP)," ujarnya.“Pemain-pemain pada usia ini kami diharapkan menjadi tulang punggung timnas Indonesia saat mengikuti Olimpiade 2032,” tambahnya. ***

wwwwww