Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
19 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
12 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
11 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
4
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
19 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
5
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
12 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
6
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
12 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Dimana Sebenarnya Gerindra dalam Wacana Jokowi 3 Periode?

Dimana Sebenarnya Gerindra dalam Wacana Jokowi 3 Periode?
Presiden Jokowi dan Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta pada Oktober 2019 silam. (foto: dok. ist./instagram jokowi)
Rabu, 23 Juni 2021 22:05 WIB
JAKARTA - Peneliti Formappi, Lucius Karus manganalisa, dimungkinkan adanya agenda politik Gerindra di balik wacana perpanjangan masa jabatan presiden Jokowi atau penambahan periode jabatan presiden menjadi 3 periode.

Saat menjadi pembicara tamu dalam sebuah webinar berjudul 'Wacana Presiden 3 Periode: Dari Mana Asalnya, Kemana Arahnya?', Rabu (23/6/2021) sore, Lucius menyebut bahwa analisa Gerindra berperan di balik wacana tersebut merujuk pada fakta bahwa Ketum Gerindra, Prabowo Subianto sudah dua kali nyapres dan urung jadi presiden.

Sebelum Lucius, Direktur Eksekustif Para Sindycate, Ari Nurcahyo juga menyampaikan analisisnya. Kemunculan relawan JokPro atau Jokowi-Prabowo menjadi sorotan Ari.

"Kalau ini (pasangan Jokowi-Prabowo) gagal maka skenario kedua adalah menarik dukungan gerbong ataupun relawan Jokowi untuk mengalihkan dukungan ke Prabowo," kata Ari dalam webinar yang turut disaksikan GoNEWS.co.

Seperti diketahui, wacana Jokowi 3 Periode mulai ramai beberapa bulan lalu setelah politisi senior Gerindra, Arief Puyuono menggulirkan wacana ini ke tengah publik.

Rabu pagi, Ia bahkan menyatakan bahwa pembicaraan dirinya dengan internal istana dan para pimpinan Parpol juga sudah terjadi. Yang Ia usulkan adalah, jika amandemen UUD NRI 1945 tak bisa dilakukan, maka Jokowi bisa menerbitkan Dekrit Presiden untuk perpanjangan masa jabatan presiden dan masa jabatan DPR.

Terkait isu ini, Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad sempat mengatakan pada Selasa, dirinya belum mendengar adanya gerakan di istana mengenai dorongan Jokowi 3 periode.

Dalam lansiran merdeka.com, Wakil Ketua DPR RI itu mengatakan, "Wacana-wacana yang ada itu tentunya harus melalui beberapa tahapan, terutama amandemen, kalau memang diperlukan. Nah, sementara pada saat ini yang perlu adalah menekan laju Covid-19 bukan amandemen UUD,".

Tak hanya Dasco, wacana Jokowi 3 Periode juga dikomentari oleh Waketum Partai Gerindra, Habiburokhman. Alih-alih menolak tegas wacana Jokowi 3 Periode yang digulirkan Puyuono, Habiburokhman dalam lansiran detik.com mengatakan, "Mr. Poyu orang baik. Namun usulan beliau soal penambahan mas jabatan presiden sulit dicerna akal sehat,".***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Nasional, Metropolitan
wwwwww