Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
20 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
20 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
20 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
19 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
20 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
19 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Tak Menduga West Bandits ke Semifinal, Rio: Awalnya Struggle Banget

Tak Menduga West Bandits ke Semifinal, Rio: Awalnya Struggle Banget
Sabtu, 03 Juli 2021 23:59 WIB
Penulis: Azhari Nasution
SOLO - Penggawa West Bandits Solo, Rio Disi, tak pernah menyangka bisa mencapai semifinal pada musim perdananya di Indonesia Basketball League (IBL) 2021. Di awal, klub debutan tersebut sempat kesulitan.

Pada musim reguler, West Bandits Solo sempat sulit meraih kemenangan. Akan tetapi, berkat kemauan dan kerja keras, Rio dkk. berhasil lolos ke playoff dan menembus semifinal.

Perjuangan West Bandits Solo menuju semifinal juga tak mudah. Merek terlebih dahulu tertinggal 0-1 dari Prawira Bandung sebelum akhirnya berhasil membalik keadaan.

“Tidak menyangka. Kami di awal struggle banget. Tetapi, kami punya kemauan besar yang bisa membawa hingga ke semifinal,” ujar Rio.

Di IBL 2021, Rio mendapat kepercayaan lebih dari pelatih West Bandits Solo, Raoul Miguel Hadinoto. Pria yang akrab disapa Ebos itu memercayakan pemain muda untuk tampil lebih banyak.

Rio mendapat rataan 16,52 menit per gim. Pebasket erusia 28 tahun itu juga membukukan 7,05 pon per gim.

“Saya tidak tahu juga, memang game plannya coach Ebos seperti itu. Mungkin karena kami masih muda, jadi energinya berlebih,” tutur Rio. ***

wwwwww