Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
16 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
2
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
15 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
3
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
18 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
4
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
18 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
5
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
Basket
20 jam yang lalu
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
6
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
DKI Jakarta
16 jam yang lalu
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
Home  /  Berita  /  Ekonomi

Angkringan-Warkop Ini Berharap Pemerintah Tak Paksa 'Dine In' selama PPKM Darurat

Angkringan-Warkop Ini Berharap Pemerintah Tak Paksa Dine In selama PPKM Darurat
Angkringan semi kafe di Jl. Raya Serpong, Tangsel. (foto: www.gonews.co/dzulfiqar)
Senin, 05 Juli 2021 12:51 WIB
TANGSEL - Sebuah penjual angkringan di Serpong, Tangsel (Tangerang Selatan), Banten, berharap pemerintah tak melarang mereka untuk tetap melayani pelanggan makan di tempat selama PPKM Darurat.

Amar, pegawai di angkringan tersebut menuturkan pada GoNEWS.co baru-baru, tanpa layanan makan di tempat atau 'dine-in', omsetnya bisa turun 50 persen.

"Kalau masih boleh 'dine-in' kita masih bisa dapet 400 ribu rupiah lah sehari. Itu pun digabung dengan kopi," kata Amar sembari menunjuk ke 'merchant' kopi yang ada di tempatnya berjualan.

Ia menyatakan, pihaknya memastikan bahwa perlengkapan penegakkan Prokes (Protokol Kesehatan) tersedia di angkringannya. "Lengkap, itu kami hand sanitizer dan tempat cuci tangan," ujarnya menunjuk ke botol pembersih tangan yang diletakkan di meja depan.

"Kami sih sangat berharap masih boleh 'Dine In' yang penting kan Prokes tetap kami jaga," kata Amar.

Meski begitu, kata Amar, harapan tinggal lah harapan, keputusan ada di tangan pemerintah kota dan bagaimana sikap mereka sebagai unit bisnis bergantung pada sikap pemilik angkringan.

"Ya kita terserah bos aja," ujar dia.

Ia bersyukur, bosnya cukup pengertian. Kata dia, gaji mereka tak diturunkan meski omset berkurang lantaran pandemi.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Banten, Ekonomi
wwwwww