Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
23 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
2
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
23 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
3
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
23 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
4
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Sepakbola
22 jam yang lalu
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
5
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
5 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
6
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
23 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Home  /  Berita  /  Olympic

Sebut Orang Padang Tak Takut Corona, Emak-emak Ini Berurusan dengan Polisi

Sebut Orang Padang Tak Takut Corona, Emak-emak Ini Berurusan dengan Polisi
Tangkap layar Video emak-emak teriak Padang takl talut Covid. (foto: Istimewa)
Senin, 05 Juli 2021 19:14 WIB
JAKARTA - Kasus video provokatif yang dibuat seorang emak-emak berinisial YI (54 tahun) di rumah makan Bebek Sawah, Kota Padang, Sumatra Barat, berbuntut panjang. YI harus berurusan dengan aparat Kepolisian.

Menurut Kabid Humas Kepolisian Daerah Sumatera Barat Kombes Pol Stefanus Satake Bayu, pihaknya sudah memanggil YI malam tadi. Pemanggilan itu bertujuan meminta keterangan YI terkait dengan pembuatan dan unggahan video tersebut.

"Video itu di-upload Jumat kemarin pukul 15.00 WIB. Malam tadi, diperiksa dari pukul 11.00 WIB sampai pukul 02.00 WIB dini hari. YI merupakan warga Jakarta tapi kelahiran kota Padang," kata Stefanus, Senin, 5 Juli 2021.

Menurut Stefanus, meski dini hari tadi yang bersangkutan diizinkan untuk kembali ke rumah keluarganya di Padang, namun proses hukumnya terus berjalan. Sementara ini, yang bersangkutan masih diperiksa sebagai saksi karena kasus ini masih berproses.

Barang bukti yang diamankan adalah satu unit handphone berikut dengan sim card milik yang bersangkutan. Kemudian, pasal yang disangkakan kepada wanita itu adalah yang berkaitan tentang UU ITE serta junto 160 KUHP.

"Beliau warga Jakarta. Alamat KTP-nya di Tanah Abang Jakarta. Tetapi, yang bersangkutan kelahiran Padang. Semalam di periksa di Krimsus. Untuk sementara yang bersangkutan dikenakan wajib lapor," ujar Kombes Stefanus.

Dia menambahkan, berkaitan dengan pengelola resto tersebut, pihaknya mengedepankan Satpol PP untuk melakukan pemanggilan, pemeriksaan serta penegakan hukum berkaitan dengan Perda Nomor 6 Tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

"Kita berharap kepada pengelola usaha baik resto maupun usaha lainnya, agar tetap menerapkan Prokes dalam penerapan aktivitas di tempatnya, itu dipatuhi. Sehingga dapat mencegah terjadinya penularan pandemi tersebut," katanya.

Kepada masyarakat, polisi juga mengharapkan tetap menerapkan prokes yang ketat. "Gunakan masker ketika beraktifitas di luar rumah dan tempat lainnya," kata Stefanus.

Sebelumnya, video berdurasi 1.05 menit yang dibuat seorang emak-emak di Rumah Makan Bebek Sawah di Kota Padang, Sumatra Barat mendadak viral. Selain menampilkan visual tidak adanya protokol kesehatan (prokes), ujaran yang ada dalam video tersebut, juga bernada provokatif. Bahkan menyebutkan, pemerintahan yang zalim.

Emak-emak yang belakangan diketahui berinisial YI itu, berujar bahwa Padang kota bebas. Tidak ada pembatasan dan sekat-sekat, tidak ada jaga jarak.

Bahkan, YI menyebutkan bahwa Padang aman dan tidak takut dengan Corona. Takutnya, dengan kolor si Nana. Dalam video itu, YI juga membandingkan dengan Jakarta. Ia menanyakan kenapa di Jakarta semuanya panik.

"Padang kota bebas. Makan apa aja kita enggak ada yang di-lockdown. Tidak ada pembatasan dan sekat-sekat. Tu, liat tu rame, enggak ada, bebas, semua enggak ada jaga jarak. Padang aman, tidak takut ama corona. Takutnya, ama kolor si Nana," demikian narasi yang disampaikan YI dalam video tersebut.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Sumatera Barat, DKI Jakarta, Voli, Olympic
wwwwww