Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
18 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
2
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
6 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
3
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
20 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
4
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
22 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
5
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
Olympic
17 jam yang lalu
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
6
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
20 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Soal Larangan Sponsor Industri Rokok, Amali: Kita Sejalan dengan Kemenkes

Soal Larangan Sponsor Industri Rokok, Amali: Kita Sejalan dengan Kemenkes
Menpora, Zainudin Amali. (Dok. Kemenpora)
Selasa, 06 Juli 2021 17:59 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dipastikan sejalan dengan peraturan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dalam soal larangan sponsor industri rokok. Hal itu disampaikan Menpora Zainudin Amali saat menjadi nara sumber pada acara Jambore Pioner Muda dengan tema 'Kita Keren Tanpa Rokok'.

"Kita (Kemenpora) sejalan dengan peraturan Menteri kesehatan tentang larangan sponsor rokok dan ini kita dukung. Pasalnya, kita tahu bahwa tidak ada prestasi yang bisa dihasilkan dari anak yang tidak sehat," ucap Amali melalui virtual dari Ruang Rapat Lt.10, Kemenpora Jakarta, Selasa (6/7/2021).

Dulu, lanjutnya, di setiap pertandingan olahraga tidak terlepas dari sponsor rokok tetapi semakin hari lebih terkontrol dan bahkan sekarang ini hampir tidak menemukan lagi ada sponsor rokok. Bahkan pada kegiatan-kegiatan olahraga profesional pun sudah muncul kesadaran bahwa tidak hanya rokok yang bisa jadi sponsor, tapi produk lain pun bisa jadi sponsor.

"Namun demikian, kalau yang sudah agak jauh dari pantauan kami, terutama kegiatan-kegiatan di tingkat kecamatan dan sebagainya, memang masih agak susah. Dan itu, tugas pemerintah daerah yang harus bisa mengingatkan hal ini," ujarnya.

Menurutnya, talenta-talenta muda untuk bisa berprestasi harus sudah dalam kondisi fisik yang sehat. Kalau talenta muda ini terkontaminasi dengan tembakau pasti dapat mengganggu kesehatannya.

"Hampir rata-rata, terutama mereka yang masih aktif sebagai atlet, tidak ada yang merokok. Karena, mereka sadar bahwa begitu mereka merokok pasti akan mengganggu pernafasannya. Dan alhamdulilah sudah ada komitmen dari para pelatih, atlet dan official untuk menghindarkan rokok," katanya.

"Terus terang, dalam Grand Design Olahraga Nasional, tingkat kebugaran adalah hal yang sangat penting. Karena salah satu yang membuat kita susah berprestasi adalah sulitnya mendapatkan talenta-talenta yang bugar dan sehat. Bayangkan saja masih anak-anak mereka sudah mulai merokok. Hal-hal seperti ini yang harus cegah," lanjutnya.

Amali juga  berpesan kepada anak muda Indonesia untuk tidak merokok. "Untuk anak muda Indonesia adalah generasi penerus. Ada satu hal yang harus kita sadari baik anak-anak, remaja maupun para pemuda, bahwa sebentar lagi kita akan berhadapan dengan bonus demografi,' katanya.

"Tidak banyak negara yang mempunyai kesempatan untuk mendapatkan ini. Karena itu, kalau kalian tidak sehat tidak, apalagi akibat merokok maka kalian akan menjadi beban bagi bangsa. Kita berharap agar kalian semuab untuk menjadi pelopor, menjadi pioner di bangsa ini," tambahnya. ***

wwwwww