Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ardhi Tjahjoko Optimistis Persija Bisa Tampil Maksimal Hadapi Persebaya
DKI Jakarta
23 jam yang lalu
Ardhi Tjahjoko Optimistis Persija Bisa Tampil Maksimal Hadapi Persebaya
2
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
Hukum
8 jam yang lalu
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
3
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Hukum
10 jam yang lalu
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
4
BMKG Prakirakan Hujan Membasahi Sejumlah Wilayah Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
15 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Hujan Membasahi Sejumlah Wilayah Jabodetabek Hari Ini
5
NOC Indonesia Perkuat Kolaborasi dengan ITTF, IPL Siap Gelar WTT Youth 2027 di Bali
KOI
9 jam yang lalu
NOC Indonesia Perkuat Kolaborasi dengan ITTF, IPL Siap Gelar WTT Youth 2027 di Bali
Home  /  Berita  /  Nasional

Kebutuhan Gas Oksigen Tinggi, PKS Minta Pemerintah Tak Panik

Kebutuhan Gas Oksigen Tinggi, PKS Minta Pemerintah Tak Panik
Ilustrasi gas oksigen. (foto: dok. ist./sindonews)
Rabu, 07 Juli 2021 10:35 WIB
JAKARTA - Anggota Komisi VII Fraksi PKS DPR RI, Mulyanto, meminta pemerintah tak panik penuhi kebutuhan gas oksigen yang meningkat.

"Jangan ikut-ikutan panik dan langsung mengimpor gas oksigen," kata Mulyanto, Rabu (7/7/2021) sebagaimana dikutip GoNEWS.co.

Alih-alih berencana impor, menurut Mulyanto, pemerintah bisa meningkatkan produksi gas oksigen di pabrik-pabrik yang selama ini menganggur.

Mulyanto memaparkan, sejauh ini 99.8% kebutuhan gas oksigen Indonesia dipenuhi dari pengadaan domestik. Ini pun masih dengan kapasitas produksi sebesar 74%. "Masih ada kapasitas yang menganggur sebesar 26% atau sekitar 225 juta ton per tahun," pungkasnya.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Kriminal, Nasional
wwwwww