Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
18 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
18 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
18 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
18 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
18 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
17 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Olympic

Buntut Cekcok dengan Paspampres, Polisi Berpakaian Preman Dilarang Jaga Pos PPKM

Buntut Cekcok dengan Paspampres, Polisi Berpakaian Preman Dilarang Jaga Pos PPKM
Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Ady Wibowo. (Foto: Istimewa)
Jum'at, 09 Juli 2021 14:58 WIB
JAKARTA - Cekcok antara anggota Paspampres dan polisi yang berjaga di pos penyekatan PPKM Darurat di Daan Mogot, Jakarta Barat, Rabu, 7 Juli 2021, berbuntut panjang.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Ady Wibowo berupaya agar kejadian serupa tak terjadi kembali.

Ady menegaskan pihaknya melakukan evaluasi terkait pemeriksaan dan penyekatan selama PPKM Darurat. "Kita evaluasi di lapangan, penekanan untuk lebih baik dan humanis, tidak boleh sewenang-wenang," ujar Ady kepada wartawan Kamis 8 Juli 2021.

Selain itu, polisi berpakaian preman ditiadakan di titik penyekatan PPKM Darurat untuk sementara. Dia tidak ingin kesalahpahaman kembali terjadi di titik penyekatan.

Ady menyebut anggotanya yang berlaku arogan tersebut sedang ditindak. Oknum polisi itu diperiksa Propam Polda Metro Jaya.

Tak hanya itu, Ady juga mengaku telah bertemu dan meminta maaf secara langsung kepada Danpaspampres terkait peristiwa tersebut. "Saya juga suda meminta maaf secara langsung kepada Komandan Paspampres, permasalahan sudah selesai dan tetap sinergi TNI-Polri menjaga negeri," tuturnya.

Sebelumnya, beredar video yang memperlihatkan keributan antara aparat dengan anggota Paspampres di titik penyekatan Daan Mogot, Jakarta Barat. Anggota Paspampres Praka Izroi Gajah tidak diizinkan lewat.

Selain adu mulut yang membuat kericuhan, petugas yang berjaga sempat memiting leher Izroi. Setelah sempat berdebat, Izroi akhirnya menunjukkan KTA tersebut hingga akhirnya diperbolehkan melintas.

Imbasnya, puluhan anggota Paspampres langsung mendatangi kantor Polres Jakarta Barat pada malam harinya. Mereka menuntut bertemu dengan anggota polisi yang menghalangi Izroi melintas.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:DKI Jakarta, Voli, Olympic
wwwwww